TANJUNG REDEB – Tahapan rencana perbaikan Jembatan Sambaliung, tinggal menghitung hari. Dimulai dengan mobilisasi alat dan material pada awal Juni nanti.

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK pun berharap, tahapan perbaikan bisa sesuai rencana. Sebab Jembatan Sambaliung memang sudah seharusnya mendapat peremajaan. Walau untuk sementara harus ditutup total. Karena selain termakan usia, jembatan tersebut merupakan akses darat satu-satunya yang menghubungkan Tanjung Redeb dengan wilayah pesisir Bumi Batiwakkal. “Perbaikan adalah salah langkah yang sudah benar, jadi jangan sampai jembatan tersebut tidak diberbaiki karena takut jika akses susah dilalui,” ujarnya kepada Berau Post, baru-baru ini.

Menurut bupati Berau periode 2005-2015 tersebut, Pemkab Berau dan stakeholder terkait, harus bisa meyakinkan masyarakat untuk mendukung rencana perbaikan tersebut. Bukan malah memberikan rasa pesimistis mengenai dampak yang akan ditimbulkan. Sebab perbaikan dilakukan untuk kepentingan jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menopang sektor perekonomian.

“Saya melihat ada komentar-komentar yang takut jika jembatan tersebut diperbaiki. Seharusnya daerah justru mendukung  untuk perbaikannya,” jelasnya.

“Ada yang mengeluhkan terkait harga sembako di wilayah pesisir yang akan naik jika dilakukan perbaikan, ataupun lainnya. Seharusnya, daerah bisa meredam ketakutan masyarakat, bukan malah takut juga,” sambungnya.

Pemkab Berau, lanjut dia, harusnya bisa meyakinkan masyarakat bahwa akses untuk pendistribusian sembako akan diprioritaskan selama proses perbaikan jembatan. Begitu juga dengan mobilisasi pasien yang akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

“Kalau perlu, untuk angkutan sembako dan kesehatan, disiapkan satu LCT yang khusus yang selalu siap. Jadi khusus untuk menyeberangkan ambulans dan sembako saja. Tidak dicampur dengan penyeberangan orang,” terangnya.

Untuk itu, Makmur mengharapkan, Pemkab Berau bisa menyediakan minimal tiga Landing Craft Tank (LCT), agar salah satunya bisa dikhususkan bagi sektor kesehatan dan pangan.

“Yang penting juga, jangan ada biaya yang dibebankan bagi masyarakat yang ingin menyeberang. Harus bisa digratiskan,” jelas Makmur.

Untuk itu, Pemkab Berau diharapkannya bisa bergerak cepat untuk menentukan titik penyeberangan yang akan digunakan, sekaligus menyediakan unit LCT yang akan digunakan.

“Pemerintah provinsi (Pemprov) sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk perbaikan jembatan, jangan sampai uang itu kembali lagi karena ketakutan-ketakutan jika jalan ditutup total,” katanya.

“Jika itu sudah dilakukan, saya yakin semua akan aman,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau Taupan Madjir, juga sepakat untuk memprioritaskan perbaikan Jembatan Sambaliung. Sebab jika dibiarkan, kerusakan jembatan dikhawatirkan akan semakin kronis. Apabila tidak segera dilakukan perbaikan tentu akan berbahaya bagi masyarakat.(aky/udi)