Kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez, mengakui kekalahan usai rentetan panjang tak terkalahkan sulit untuk diterima. Martinez menegaskan tim tidak boleh lagi melakukan kesalahan.

“Kami terluka, sangat tersakiti dari kekalahan pertama kami (dalam lebih dari tiga tahun), dan terlebih lagi di Piala Dunia,” kata Martinez. “Hari ini kami berharap bermain seperti final, tapi kami tidak melakukannya. Setelah kami mencetak gol pertama, kami sedikit santai dan kami membayar untuk itu,” sesal kiper Aston Villa tersebut. 

“Sabtu nanti (melawan Meksiko) akan menjadi final Piala Dunia kami,” tegas Martinez.

Sementara itu, pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa timnya tidak menganggap enteng Arab Saudi sebelum kalah mengejutkan 1-2 pada Selasa (22/11) sore WIB. Argentina datang ke Qatar dengan 36 pertandingan tak terkalahkan dan merupakan salah satu favorit untuk memenangkan turnamen. Terlebih, pertandingan pembuka Grup C melawan tim kecil Asia. “Kami sepenuhnya menghormati Arab Saudi seperti yang kami lakukan dengan tim lain, itu bukan alasan kekalahan kami,” kata Scaloni.

“Mereka adalah tim yang bagus dengan pemain-pemain teknis, mereka sangat siap secara fisik,” imbuh Scaloni.

Meski kalah pada laga pertama, Scaloni mengatakan peluang Argentina belum hilang. Dia menegaskan timnya bakal tampil lebih baik saat melawan Meksiko dan Polandia untuk memenangkan laga.

Tim Tango pernah mengalami nasib serupa yakni di Piala Dunia 1990. Kala itu, Argentina kalah 0-1 dari Kamerun dalam pertandingan pembuka. Namun, Argentina mampu bangkit dan bahkan melaju hingga final.

“Kami harus bangkit untuk menghadapi Meksiko. Mereka tim tangguh. Namun kami tak gentar karena kami perlu memenangkan dua pertandingan untuk melanjutkan langkah kami. Tentu saja ini sulit, tapi terlepas dari hasil hari ini kami akan tetap mencoba memenangkan semua pertandingan,” ungkap Scaloni. (jpc)