SAMARINDA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim untuk melakukan penurunan angka stunting. Kerja sama ini dituangkan melalui Gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Adapun gerakan ini akan menyasar keluarga berdampak dan berisiko mengalami stunting.

Keluarga yang menjadi sasaran gerakan ini akan memperoleh makanan olahan berprotein tinggi selama enam bulan. Kegiatan diskusi tersebut berlangsung di kafe Yen’s Delight di Jalan Juanda, Senin (21/11) siang.

Kepala BKKBN Kaltim Sunarto mengatakan, diskusi terkait BAAS hari ini bekerja sama dengan Baznas Kaltim. Karena kegiatan merupakan amanah dari Perpres Nomor 72 tentang Penanggulangan Stunting. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Nomor 12 dari BKKBN untuk sebanyak-banyaknya mencari BAAS.

“Karena kita sadari bahwa dana pemerintah tidak cukup untuk menanggulangi kasus stunting untuk di Kaltim yang masih di kisaran angka 22,8 persen ini agar dapat segera teratasi,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Sunarto, pihaknya juga melakukan BAAS ini bekerja sama dengan TNI. Mulai Pangdam, Korem hingga Dandim, baik itu di Kaltim dan Kaltara. Hari ini berkesempatan mendiskusikan bersama Baznas di Kaltim.

Dijelaskannya, untuk peranan BAAS, apabila ada anak yang sudah dinyatakan terkena stunting, BAAS inilah yang nantinya mengangkat sebagai anak asuh untuk melakukan penanggulangan stunting.

“Artinya, bapak asuh akan memberikan asupan gizinya, memang tidak besar itu hanya Rp 15 ribu per hari selama enam bulan. Karena pandangan dari kawan-kawan ahli gizi bahwa dengan adanya intervensi pemberian gizi selama enam bulan lamanya mampu memperbaiki kondisi stunting yang terjadi kepada anak,” imbuhnya.

Pihaknya berharap kegiatan seperti ini tidak terhenti di sini. Diharapkan kemitraan ini terus terbangun dengan baik, hingga 2024 fokus terhadap kasus stunting. Kemitraan BKKBN Kaltim dan Baznas memiliki misi yang sama, yakni memperbaiki ekonomi keluarga. “Kami dari BKKBN ada yang namanya upaya perbaikan penghasilan keluarga akseptor. Bantuan kami ke program tersebut tidak seberapa, tapi dengan adanya sinergi Baznas Kaltim, misi akan cepat terselesaikan,” tutupnya. (adv/as/kri/k16)