SAMARINDA- Senin (21/11) menjadi hari terakhir pembongkaran mandiri bagi warga terdampak normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.

Sebanyak 95 bangunan dari empat RT, yakni RT 20, 26, 28 dan 29, sebelumnya sudah diberi ganti rugi dalam bentuk dana kerahiman dengan nilai sekitar Rp 4 miliar, yang bersumber dari APBD Samarinda 2022.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Desy Damayanti mengatakan, pembongkaran itu merupakan tahap akhir dari rangkaian kegiatan normalisasi SKM segmen Jembatan Ruhui Rahayu menuju Jembatan Perniagaan 2022. Bahwa sebelumnya terhadap rumah terdampak sudah diukur dan dinilai tim appraisal, serta dilakukan pembayaran ganti rugi. “Kedatangan tim gabungan PUPR dan Satpol PP untuk membantu mempercepat pembongkaran. Karena kami menyediakan lahan untuk kegiatan pengerukan sungai yang akan dilaksanakan tim gabungan TNI dan Dinas PUPR-Pera (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat) Kaltim,” ucapnya

Terkait kelanjutan kegiatan, Kabid Pertanahan Dinas PUPR Samarinda Ananta Diro Nurba menjelaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan tim appraisal (kantor jasa penilai publik/KJPP) untuk menjadwalkan kegiatan mengumumkan hasil penilaian terhadap tiga RT terdampak di Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, yakni RT 15, 16 dan 17. Bahwa setelah diumumkan dan nilai dana kerahiman disetujui warga, mereka yang telah menerima transfer dana tersebut akan diberi waktu membongkar mandiri.

“Kami juga menargetkan penyelesaian pengosongan permukiman bantaran SKM di kawasan Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar (SPL), Kecamatan Samarinda Kota, bisa selesai tahun. Pantauan kami mereka yang tinggal di Jalan Tarmidi sebagian besar adalah penyewa. Namun, bagi beberapa warga yang bisa menunjukkan surat kepemilikan, akan diverifikasi. Bagi yang memenuhi syarat akan dilakukan pengukuran dan penilaian,” sambungnya.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan apresiasi terhadap warga bantaran SKM, khususnya Kelurahan Temindung Permai atas dukungan terhadap program pemerintah dalam penanggulangan banjir. Hal itu ditandai dengan kemauan warga melakukan pembongkaran mandiri. Bahwa kegiatan normalisasi akan berlanjut tiap tahun, contohnya kawasan Pasar Ijabah atau Sungai Karang Asam Kecil, serta Sungai Karang Asam Besar. “Termasuk bantaran SKM hingga ke Jembatan Kehewanan kiri-kanan juga akan jadi sasaran selanjutnya. Bahkan sampai 2024 mendatang,” sambungnya.

Soal presentase pengurangan banjir, Andi Harun menyebut program penanggulangan banjir saat ini masih belum rampung, sehingga akan dilakukan tiap tahun. Namun, dari pantauannya, saat ini ketinggian genangan banjir di beberapa titik sudah berkurang, serta durasi yang lebih pendek.

“Kami terus meningkatkan keandalan drainase jalan kota, permukiman, hingga normalisasi sungai. Bahwa kegiatan itu juga merupakan dukungan dari berbagai pihak seperti warga, kecamatan-kelurahan serta OPD terkait. Hingga Dinas PUPR-Pera kaltim terkait pengerukan dan BWS terkait penurapan,” tutupnya. (dra/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

PASTIKAN: Andi Harun (tengah) meninjau proses pembongkaran di Jalan S Parman, Gang 4, Kelurahan Temindung Permai, Senin (21/11).