Niat para kapten dari tujuh tim nasional negara Eropa mengenakan ban kapten ’’OneLove’’ berwarna pelangi batal. Ban kapten tersebut menggambarkan kampanye kesetaraan dan antidiskriminasi dalam sepak bola. Namun, FIFA telah mengambil langkah tegas.

FIFA menyebut akan menjatuhkan hukuman kartu kuning bagi para kapten yang bersikeras mengenakan ban kapten ’’OneLove’’. 

Sebab, itu menggambarkan dukungan kepada kaum LGBT selama Piala Dunia kali ini. Seperti diketahui, gerakan LGBT adalah hal yang terlarang di negara Qatar dan ada ancaman hukuman tiga tahun penjara bagi siapa pun yang melanggarnya.

Keputusan pembatalan gerakan tersebut disampaikan lewat pernyataan resmi gabungan dari federasi sepak bola negara-negara Eropa.

’’Sebagai federasi nasional, kami tidak bisa menempatkan pemain-pemain kami dalam situasi mendapat kartu kuning atau bahkan diusir dari pertandingan akibat mengenakan ban kapten tersebut.” 

”Untuk itu, kami telah meminta kapten tim kami untuk tidak melakukannya,’’ tulis federasi negara-negara Eropa dalam keterangan resmi dilansir CNN.

Awalnya, ada tujuh negara yang berniat melakukan gerakan tersebut. Mereka adalah Inggris, Belanda, Belgia, Denmark, Jerman, Swiss, dan Wales.

Keputusan pembatalan gerakan itu terjadi beberapa jam sebelum Inggris menjalani pertandingan pertama melawan Iran tadi malam di grup B. 

’’Sebenarnya kami sangat ingin menggunakannya. Pasti akan ada sanksi denda dan kami siap untuk membayarnya. Namun, ketika sanksi itu berupa bagian dari pertandingan, kami memilih untuk mempertimbangkannya lagi.”

”Kami akan mencoba mencari cara-cara lain untuk menunjukkan dukungan kepada gerakan itu,’’ ucap Mark Bullingham, CEO Federasi Sepak Bola Inggris (FA), dilansir BBC. (jpc)