Inggris memulai perjalanannya di Piala Dunia 2022 Qatar dengan hasil sempurna. Pada laga perdana Grup B, Inggris sukses mengandaskan Iran dengan skor 6-2 di Khalifa International Stadium, Al Rayyan.

“Menang dengan margin ini, bermain dengan cara seperti itu, rasanya membahagiakan. Kami terlihat sangat siap dan pemain mengaplikasikan permainan dengan cara yang sangat baik,” ucap pelatih Inggris Gareth Southgate dikutip dari BBC.

“Kami melakukan pressing dengan baik. Pergerakan kami juga sangat baik. Saya sangat gembira. Namun, seharusnya kami tidak kebobolan dua gol di level yang seperti ini,” tambah Southgate. 

Dengan kemenangan ini, Southgate mencatat sejarah baru dalam kariernya. Dia meraih sembilan kemenangan di turnamen mayor (Piala Dunia dan Euro). Southgate melewati koleksi kemenangan pelatih legendaris Inggris Sir Alf Ramsey (8 kemenangan).

Pada awal pertandingan, terjadi insiden yang mengkhawatirakan. Di menit ke-9, terjadi benturan kepala antara kiper Iran Alireza Beiranvand dan bek tengah Majid Hosseini.

Insiden berawal ketika Beiranvand terbang menghalau umpan silang striker Inggris Harry Kane. Saat terbang, kepalanya bertabrakan dengan kepala Hosseini. Wajah Beiranvand sampai mengeluarkan darah. 

Dia awalnya bangkit dan melanjutkan pertandingan. Namun, itu tidak lama. Beiranvand tidak mampu melanjutkan pertandingan dan harus digantikan oleh Hossein Hosseini.

Menit ke-31 Harry Maguire mendapatkan peluang baik lewat skema tendangan sudut. Namun, tandukannya hanya menimpa tiang gawang Iran.

Inggris membuka keunggulan pada menit ke-34 lewat tandukan Jude Bellingham. Pemain berusia 19 tahun dari Borussia Dortmund tersebut memanfaatkan umpan silang dari Luke Shaw. Ini adalah gol pertama Bellingham, bagi Inggris. 

Bellingham menjadi pencetak gol termuda kedua Inggris di Piala Dunia setelah Michael Owen pada 1998. Saat ini, Bellingham berusia 19 tahun dan 145 hari. Sedangkan Owen mencetak gol pada umur 18 tahun dan 190 hari.

Setelah gol Bellingham, Inggris menggandakan kedudukan melalui tendangan Bukayo Saka pada menit ke-42. Raheem Sterling membuat Inggris memimpin 3-0 lewat sepakannya di dalam kotak penalti pada menit 45+1.

Pada babak pertama ini, Inggris mencatat sejarah menarik. The Three Lions menorehkan 366 umpan. Itu adalah jumlah umpan terbanyak kedua di babak pertama Piala Dunia sejak 1966. Catatan itu hanya kalah dari Spanyol ketika berhadapan dengan Rusia pada Piala Dunia 2018 (395 kali).

Di babak kedua, Inggris semakin jauh di depan dengan mencetak gol keempat. Pada menit ke-62, Saka menceploskan gol keduanya.

Gol ini membuat Saka mencatat rekor spesial. Dia menjadi pemain termuda kedua yang mencetak dua gol pada debut Piala Dunia setelah Franz Beckenbauer (20 tahun dan 304 hari). Saat ini Saka berusia 21 tahun dan 77 hari.

Iran tidak menyerah begitu saja. Mereka memperkecil kedudukan lewat pemain FC Porto Mehdi Taremi pada menit ke-65.

Namun, Inggris tetap lapar gol. Pada menit ke-71, Inggris memperbesar kedudukan menjadi 5-1 lewat gol dari Marcus Rashford. Inggris akhirnya menutup pesta gol ke gawang Iran lewat gol Jack Grealish pada menit ke-90.

Di ujung laga, Iran punya peluang untuk memperkecil kedudukan. Namun sepakan keras Sardar Azmoun dari jarak dekat pada menit ke-90+9, masih membentur tiang gawang Inggirs.

Pada menit 90+13, Iran mendapatkan hadiah penalti setelah bek tengah John Stones melanggar Taremi di kotak penalti. Taremi yang maju sebagai eksekutor, mencetak gol keduanya dan membuat kedudukan akhir menjadi 6-2.

“Ini hari yang sangat baik bagi kami. Enam gol di Piala Dunia tentu saja sangat impresif terlepas siapapun lawan yang kami hadapi. Pada awalnya, Iran bermain baik. Sulit sekali menembus pertahanan mereka. Penting sekali belajar untuk membongkar pertahanan tim seperti ini,” ucap Bellingham kepada BBC. (jpc)