BSI Bantu UMKM Semakin MajuBerawal Coba-coba, Kini Omzet Penjualan Kerupuk Capai Rp 5 Juta Per Hari 

Abudin, atau lebih akrab dipanggil Udin, merupakan salah satu pengusaha kerupuk di Kota Balikpapan yang usahanya semakin maju dan berkembang pesat usai menerima bantuan pinjaman dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Berawal dari hanya sekedar coba-coba, Udin mulai bergelut dibidang usaha kerupuk pada tahun 2006.

Mulanya, ia menggoreng kerupuk sendiri, membungkus kerupuk sendiri, dan juga menjual hasil kerupuknya sendiri. Penjualan kerupuknya pun meningkat dan semakin banyak permintaan kerupuk, sehingga udin memutuskan untuk mengajukan pinjaman atau pengajuan kredit UMKM ke Bank BSI di Tahun 2008. Udin pertama kali melakukan pengajuan pinjaman awal ke Bank BSI sebesar Rp 20 juta.

Hasilnya, UMKM kerupuk miliknya semakin besar dan maju. Kini ia memiliki tujuh orang karyawan yang bekerja di rumahnya, di atas lahan seluas total 1.000 meter persegi. Para karyawan Abudin ini bekerja mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 wita. Omzet usahanya per hari kini rata-rata dapat mencapai Rp 5 juta dengan volume produksi mencapai dua kuintal per hari. Hasil olahan kerupuk Udin dipasarkan ke sejumlah toko, warung, dan pasar.

Ada pula yang sengaja datang ke rumahnya untuk membeli kerupuk secara langsung. Selama mengajukan pengajuan kredit UMKM di BSI, Abudin merasa sangat terbantu lantaran persyaratannya yang mudah dan proses yang cepat. Dengan adanya program pengajuan kredit UMKM BSI ini, modal usaha semakin meningkat, bisnis pun semakin melesat.

 

Anggi Praditha

[email protected]

 

 

Berikut foto-foto produksi kerupuk milik Abudin yang terletak di Kawasan Balikpapan Utara:

 

1.      Berawal dari menggoreng, membungkus, dan menjual hasil olahan kerupuknya sendiri, Kini Abudin memiliki tujuh orang karyawan. Abudin tampak tengah mengawasi karyawannya saat tengah menjemur kerupuk.

2.      Proses penjemuran kerupuk dilakukan dengan menggunakan panas matahari dan tidak lupa untuk membolak-balikan kerupuk agar kering secara merata.

3.      Tidak hanya menjual kerupuk yang telah di goreng atau sudah matang, Abudin juga menjual kerupuk yang kering dan siap goreng.

4.      Proses penggorengan dilakukan dengan cepat dan harus memastikan kondisi minyak dalam keadaan yang panas.

5.      Kerupuk yang telah digoreng kemudian di dinginkan sebentar lalu di masukan ke wadah plastik besar, yang untuk selanjutnya akan di kemas.

6.      Usai melakukan pengajuan pinjaman awal ke Bank BSI sebesar Rp 20 juta di tahun 2008 lalu, usaha kerupuk milik Abudin kini semakin berkembang dan kini memiliki tujuh orang karyawan.

7.      Abudin menunjukan aplikasi BSI Mobile miliknya. Adanya BSI Mobile ini sangat membantu dan mempermudah dirinya dalam bertransaksi.

8.      Dalam satu hari usaha kerupuk milik Abudin ini dapat produksi mencapai dua kuintal per hari. Hasil olahannya kemudia dipasarkan ke sejumlah lokasi mulai dari toko, warung, dan pasar.

9.      Omzet yang didapat dari usaha kerupuk ini rata-rata dapat mencapai sekitar Rp 5 juta per hari.