Kerukunan Keluarga Kesultanan Paser (K3P) berkumpul dalam agenda silaturahmi akbar di Keraton Sadurengas Paser Belengkong.

 

KETUA Panitia Silaturahmi Akbar K3P Aji Mastur Effendi mengatakan, kegiatan skala besar ini pertama kali dilaksanakan. Bertujuan mengumpulkan zuriah atau keturunan yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Paser. Dengan tekad menyatukan rasa kebersamaan.

Dengan harapan, terbangun sebuah perasaan yang erat antar-sesama, walaupun tidak pernah bertemu.

"Begitu acara ini selesai dan kalau tak bertemu lagi, rasa itu sudah didapatkan," kata Mastur, Minggu (20/11).

Jika kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan, Mastur yakin tentunya akan ada pengembangan dari program-program yang direncanakan. Apalagi destinasi wisata religi terus digaungkan Pemkab Paser, dan lokasi salah satunya ada di Paser Belengkong.

Apalagi jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser serius mengawal fisik bangunan Keraton Sadurengas Paser Belengkong.

"Kita harapkan daerah secara terbuka menganggap ini sebuah potensi untuk penguat-penguat destinasi wisata yang ada," sebutnya.

Kegiatan yang dilaksanakan kemarin sebagai implementasi dari K3P yang berdiri 2006 lalu. Programnya selain silaturahmi, juga untuk meningkatkan dan menjaga kelestarian budaya. Dalam kegiatan itu juga dipaparkan sejarah Kesultanan Paser.

Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf yang hadir mengatakan, melalui silaturahmi akbar yang diinisiasi K3P dapat mempererat kekeluargaan Kesultanan Paser, di mana sebelumnya tidak saling tahu dan tak pernah berkomunikasi, akhirnya dapat bertatap muka langsung.

“Kami menyambut baik upaya yang dilakukan K3P, karena silaturahmi ini bertujuan mulia. Untuk merekatkan kembali, mempererat kekeluargaan anak cucu Kesultanan Paser dari berbagai rumpun keturunan zuriah sehingga tidak tercerai-berai,” katanya.

Pemerintah daerah mengharapkan, K3P dapat terus melakukan berbagai kegiatan yang positif, terutama untuk menjaga keutuhan Kesultanan Paser, budaya dan adat istiadat. Sehingga, mampu menjadi mitra pemerintah dan menjadi salah satu pendukung keberadaan IKN Nusantara. Apalagi kata Masitah, lokasinya hampir seluruhnya masuk wilayah geografis Kesultanan Paser.

"Semoga kegiatan ini terus berkesinambungan. Sehingga, K3P bisa semakin erat dan besar, keberadaannya dapat menjadi situs sejarah yang diperhitungkan," kata Masitah.

Dia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat untuk menyukseskan silaturahmi akbar K3P sehingga berjalan lancar.

Masitah menuturkan, telah menjadi tekad bersama Bupati Paser, Fahmi Fadli bahwa ke depan Kecamatan Paser Belengkong akan menjadi destinasi wisata budaya dan religi. Bahkan, pada 2023 bakal ada anggaran Rp 9 miliar untuk menunjang pengembangan. Peruntukannya Rp 5 miliar untuk peningkatan jalan menuju makam Pangeran Asy Syarif Ali Habib Hamid Bin Ahmad Assegaf.

Selain itu, Rp 4 miliar dari Pemprov Kaltim untuk renovasi makam Pangeran Asy Syarif Ali Habib Hamid Bin Ahmad Assegaf. Makam ini tiap tahun menggelar acara haul atau syukuran dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah.

"Mudah-mudahan 2023 semuanya terbangun. Insyaallah ke depan akan membangun kembali soraja (rumah adat) dan memperbarui kembali makam raja-raja Paser Belengkong," kata Masitah. (jib/far/k15)