Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda tengah mengembangkan aplikasi berbasis website untuk mempermudah dan memperluas jangkauan pelaporan permasalahan lingkungan.

 

SAMARINDA–Lewat aplikasi Sistem Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan (Sipadu Setali) yang diluncurkan pada Kamis (19/11) lalu.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Samarinda Aldila Rahmi Zahara mengatakan, lewat aplikasi tersebut masyarakat kini bisa melaporkan masalah yang ada di lingkungan tempat tinggalnya melalui webite Sipadu Setali. Bahwa selama ini laporan masalah lingkungan atau sengketa lingkungan dilakukan manual.

“Masyarakat biasanya harus mendatangi kantor kelurahan-kecamatan bahkan hingga ke kantor DLH Samarinda. Namun, saat ini sudah bisa melalui laman website kami,” ucapnya. “Lewat sistem digital kami juga mencoba mengurangi penggunaan kertas karena semua laporan terekam dalam sistem yang dapat diakses lebih mudah,” imbuhnya.

Dia menerangkan, dalam website tersedia beragam fitur, antara lain halaman aduan masyarakat dengan melengkapi nama pelapor, alamat, nomor telepon, nama kegiatan dan waktu kegiatan, pihak yang diduga melakukan aktivitas hingga kronologi penyebab masalah lingkungan. Setelah laporan masuk, timnya akan melakukan verifikasi layak atau tidaknya laporan ditangani.

“Di website kami juga terdapat fitur pelacakan laporan yang menampilkan hasil verifikasi atau tinjauan lapangan, hingga saran tindak lanjut yang kami berikan,” ucapnya.

Aldila Rahmi menambahkan, meski sudah di-launching, saat ini website tersebut masih dalam pengembangan, menambahkan beberapa fitur lagi sebagai pelengkap pelaporan, seperti mengunggah foto kejadian agar mempermudah verifikasi. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Samarinda agar laman website Sipadu Setali dapat dihubungkan dengan website resmi DLH Samarinda di dlh.samarindakota.go.id.

“Kami berharap, aplikasi tersebut mempermudah masyarakat melapor soal kejadian, termasuk memantau respons kami dari DLH perihal penanganan dan pengawasan. Karena adanya fitur pelacak warga bisa ikut memantau sejauh mana respons atas laporannya dilaksanakan oleh pihak yang dilaporkan,” tutupnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46