SAMARINDA–Penertiban papan reklame kembali dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Satu titik di Jalan Pangeran Suryanata dibongkar, agar tidak bisa kembali dimanfaatkan. Itu dilakukan lantaran pemiliknya tak melakukan pembongkaran secara mandiri.

Pejabat Fungsional Penata Bangunan Dinas PUPR Samarinda Juliansyah Agus mengatakan, sebenarnya pekan sebelumnya ingin dibongkar. Namun, karena masih ada tema yang terpasang maka ditunda. "Kemudian pada malam Sabtu (19/11) baru kami bongkar," ungkapnya. Keberadaan papan reklame telah dilarang. Sehingga, izin pemanfaatannya tidak lagi diperpanjang. Pilihannya tinggal dibongkar mandiri oleh pengelola, atau ditertibkan pemerintah. "Kami sudah surati seluruh pemilik reklame. Hingga terakhir surat perintah membongkar," lanjutnya.

Agus membeber, kendati ada beberapa titik yang harus mereka bongkar, namun tak sedikit inisiatif dari sang pemilik. Bahkan, rencananya pertengahan Desember akan ada dua baliho jenis bando (melintang jalan) yang akan dibongkar mandiri. "Keduanya berada di Jalan Ahmad Dahlan dan Awang Long," terangnya.

Dia menyampaikan, pembongkaran yang mereka lakukan hanya sebatas rangka pada bagian atas. Sementara untuk tiang, diperlukan tenaga dan menyewa alat tambahan. "Kami bertahap dulu. Yang penting sudah tidak dapat digunakan lagi. Karena kalau membongkar tiang itu perlu crane,” bebernya.

Agus mengklaim, walau tak tahu harga persisnya, namun untuk menyewa crane cukup mahal. Crane merupakan penahan pemotong tiang saat dipotong. "Kendalanya harus pakai crane. Tapi ke depan pasti akan kami usulkan lagi, untuk penertiban tiang-tiang sisa reklame yang selama ini sudah ditertibkan," pungkasnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi