PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berekspansi. Sejalan dengan permintaan akan hunian masih tinggi. Terutama, perumahan subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo berkomitmen mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat. Mewujudkan target zero backlog kepenghunian perumahan dan backlog kepemilikan rumah mencapai 91 persen pada 2045. Tentu bukan tugas yang mudah.

Meski demikian, Haru telah menyuapkan strategi untuk memenuhi harapan itu. Yakni, mendorong optimalisasi sumber likuiditas program perumahan yang lebih sustain, memastikan ketersediaan supply perumahan dengan mendorong shifting menuju vertical housing diperkotaan, dan mengembangkan program pembiayaan yang affordable bagi seluruh kelompok demand. Selain itu, juga perlu meningkatkan kolaborasi yang efektif pada pengembangan ekosistem perumahan di Indonesia.

Salah satu programnya adalah melalui pameran perumahan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022. Ajang tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, mulai 19 hingga 27 November 2022. “Kami menyadari untuk menyelesaikan beberapa hal terkait perumahan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator yang salah satunya adalah dengan menggelar event Indonesia Property Expo (IPEX),” kata Haru dalam sambutannya, Sabtu (19/11).

IPEX 2022 diikuti oleh 42 pengembang. Terdiri dari 32 pengembang proyek perumahan non subsidi, 10 pengembang perumahan subsidi, dan 5 produk pendukung. Total, sekitar 325 proyek perumahan yang dipamerkan. Beberapa proyek perumahan berlokasi Jabodetabek, seperti di Bandung dan Surabaya.

Haru memroyeksikan dapat meraih potensi izin prinsip kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai Rp 1,5 triliun. Dengan rincian, KPR subsidi Rp 300 miliar, non subsidi Rp 900 miliar, dan pembiayaan rumah syariah Rp 300 miliar. BTN memberikan bunga mulai 2,47 persen fixed di tahun pertama bagi masyarakat yang mengambil KPR selama pameran berlangsung. ’’Ditambah penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal,” jelasnya.

Haru memastikan BTN berperan sebagai lokomotif penyaluran perumahan di Indonesia. Akan terus melakukan transformasi melalui berbagai inisiatif strategis dalam memfasilitasi kebutuhan hunian masyarakat. ’’Dapat memiliki rumah dengan cepat, mudah dan murah,” tandasnya.

Sementara itu, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyampaikan, nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten pada kuartal III 2022 mengalami penurunan 14,9 persen secara quartal-to-quartal (QtQ). Dari Rp 2,023 triliun menjadi Rp 1,721 triliun. Pertumbuhan unit terjual turut merosot 3,4 persen per kuartal.

Menurut dia, penjualan unit dengan harga lebih dari Rp 2 miliar mengalami tren penurunan. Justru, peningkatan signifikan terjadi di segmen unit Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, unit Rp 300-500 juta, dan di bawah Rp 300 juta.

’’Ini mengindikasikan pasar bergeser ke segmen lebih rendah. Harga rata-rata unit terjual turun 11,9 persen QtQ menjadi Rp 686.985.844,” ungkapnya kepada Jawa Pos, kemarin (20/11). (*)