Menganalisis kekuatan maupun kelemahan lawan dari video rekaman pertandingan memang sudah jamak dilakukan sebuah tim. Bagi timnas Brasil, hal itu tidak cukup. Apalagi untuk ajang besar seperti Piala Dunia.

Selecao –sebutan timnas Brasil– telah membentuk tim khusus yang beranggota 10 analis dan pelatih. Mereka memiliki tugas menganalisis 31 kontestan lain di Piala Dunia Qatar. Media-media Brasil menjuluki tim khusus tersebut sebagai tim sains Selecao. ”Butuh banyak orang karena analisis dilakukan in loco (langsung di tempat, Red),” kata salah seorang analis Selecao, Thomaz Koerich, seperti dilansir Globo Esporte. 

Analisis di tempat sekaligus meminimalkan satu pun detail pertandingan yang terlewat. ”Jika kita melihat dari televisi, layar hanya tertuju kepada pemain tertentu. Jika kita datang ke stadion, kita dapat melihat pergerakan seluruh pemain yang tidak tertangkap kamera,” beber Koerich.

Ada empat orang yang reguler bertugas memantau di lapangan. Salah satunya Raony Thadeu, analis dari Corinthians, yang bertanggung jawab mengambil video. 

Hasil rekaman lantas dipotong dan diolah Koerich dan Bruno Baquete. Tiga orang itu bersama asisten pelatih Cesar Sampaio akan berdiskusi untuk memberikan penilaian.

Hasil penilaian itulah yang akan ditonton dan dievaluasi bersama pelatih Selecao Tite lewat layar besar yang sudah disiapkan di ruang ganti. Jika biasanya sesi tersebut dilakukan dalam latihan, di Selecao memungkinkan dilakukan sebelum pertandingan pada hari H, bahkan pernah saat jeda pertandingan.

Dalam situasi pertandingan, ketika tim sains menemukan ada hal mendesak yang perlu disampaikan kepada Tite, rekaman video dikirim ke Cleber Xavier dan Matheus Bachi. Dua asisten pelatih yang berada di bangku cadangan tersebut akan meneruskan informasi ke Tite. 

Dari 31 kontestan lain Piala Dunia Qatar, tim sains Selecao hanya menyisakan satu tim yang belum dipantau secara langsung. Yaitu, salah satu rival di grup G, Kamerun. Namun, menurut Koerich, hal itu tidak jadi masalah. Sebab, Brasil baru menghadapi The Indomitable Lions dalam matchday pemungkas fase grup (3/12).

”Kami bisa menjadikan dua pertandingan awal grup Kamerun sebagai referensi dan kami yakin mendapatkan data yang cukup dari sana,” tutur Koerich. (jpc)