SAMARINDA - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah, utamanya dari pajak. Setelah sukses dengan e-Samsat, mereka kembali menghadirkan inovasi bernama Geber RT Laku Pandai (gerakan bersama rukun tetangga menggunakan aplikasi Laku Pandai). Melalui agen Laku Pandai, pelanggan bisa membayar pajak dan menyampaikan surat tagihan pajak yang tertunda kepada wajib pajak.

Kepala Bapenda Kaltim Ismiati mengatakan, pendapatan daerah Kaltim pada 2022 mencapai Rp 12,55 triliun atau surplus 101 persen dari target. Dalam pendapatan daerah, terdapat pajak daerah yang menjadi tulang punggung pendapatan. Saat ini, sudah tercapai Rp 6,1 triliun dari target Rp 5,8 triliun, yang berarti berhasil surplus sekitar Rp 2,96 miliar atau 105 persen dari target.

Ada lima komponen penyusun pajak daerah. Di antaranya pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP) dan pajak rokok. Salah satu penyumbang pajak terbesar adalah PKB.

“Dalam upaya pencapaian target penerimaan pendapatan daerah, Kaltim terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah dengan terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mempermudah pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor,” jelasnya, Minggu (13/11).

Selain itu, pihaknya terus menyosialisasikan relaksasi kepada masyarakat untuk dapat membayar pajaknya. Saat ini, sudah ada peningkatan sarana dan pelayanan yang lebih mendekatkan kepada masyarakat di daerah-daerah terpencil sampai daerah perbatasan. Melalui Geber RT Laku Pandai menggunakan aplikasi yang dibuat Bankaltimtara.

Ismiati mengatakan, dalam pelaksanaannya RT sebagai agen Laku Pandai akan membantu Bapenda menyampaikan surat tagihan pajak yang tertunda kepada wajib pajak. Tidak hanya itu, agen Laku Pandai juga dapat melakukan transaksi pembayaran pajak melalui aplikasi Laku Pandai Bankaltimtara. “Kemudian, agen juga sebagai penghubung untuk proses administrasi kesamsatan,” ungkapnya. (ndu/adv/diskominfokaltim)