SAMARINDA–Hadirnya New CBR250RR di Samarinda disambut antusias pencinta dan komunitas Honda CBR. Dalam rangkaian kegiatan Regional Public Launching New CBR250RR, Astra Motor Kaltim 2 bersama dengan komunitas Honda CBR Samarinda menggelar CBR Sunmori Day pada Minggu (6/11).

Bertajuk CBR SUNMORI-AN para member komunitas berkumpul di Astra Motor Kaltim 2 untuk briefing bersama PIC Community dan Instruktur Safety Riding Astra Motor Kaltim 2 mengenai trik #Cari_Aman saat berkendara di jalan. Selanjutnya mereka melakukan riding menuju landmark Kota Tenggarong.

Pada gelaran Regional Launching yang diselenggarakan Sabtu (5/11), berbagai kegiatan telah dipersiapkan dalam event yang diikuti 20 bikers pencinta motor sport ini. Mereka adalah komunitas yang tergabung dalam Honda CBR Club Indonesia Region Samarinda (CCI Samarinda), CBR Community Samarinda (CBRCS), Rider Samarinda dan Honda Streetfire Community Samarinda (HSCS).

Selain Sunmori, para bikers turut mengikuti rangkaian kegiatan launching di antaranya talk show komunitas Honda dengan narasumber bro Ari selaku Sekjen komunitas CBR Club Indonesia Region Samarinda (CCI Samarinda). Kegiatan ini disiarkan langsung melalui Instagram @Hondaetamkaltim dan juga Fachrudin dari TSD Astra Motor Kaltim 2.

“Kami mengajak rekan-rekan komunitas Honda CBR di Samarinda ini turut meramaikan kehadiran New Honda CBR250RR di Mal Samarinda Square. Selain itu, perwakilan komunitas berbagi pengalaman selama mengendarai Honda CBR dan kegiatan komunitasnya seperti kegiatan turing dan kegiatan sosial,” ujar Fajrin Nur Huda selaku Community Development Astra Motor Kaltim 2.

New Honda CBR250RR ini lebih sporty dan masih irit di kelasnya serta bodinya supersport 250 cc terbaik di kelasnya dengan fitur terbaru yakni suspensi depan yang dilengkapi dengan SFF-Big Piston. “Bubuhannya harus riding pakai ini," kata Bro Ari.Selama kegiatan berlangsung, seluruh petugas menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan sesuai dengan peraturan pemerintah daerah. Kesehatan personil yang berada di booth juga menjadi salah satu titik sentral penerapan protokol kesehatan yang ketat. (s/adv/luc/k8)