BENEVENTO – Sejak meninggalkan Juventus pada musim panas 2010, Fabio Cannavaro berkelana ke luar Italia. Gantung sepatu bersama Al-Ahli setahun berselang dan berlanjut sebagai asisten pelatih klub asal Dubai tersebut sejak 2013. Canna –sapaan akrab Fabio Cannavaro– kemudian berkiprah di Tiongkok, termasuk pernah menangani timnas dari Negeri Tirai Bambu.

Setelah delapan tahun menekuni karier sebagai pelatih dan berkutat di Asia, kemarin (21/9) Canna resmi merasakan melatih di Eropa. Tepatnya di negeri sendiri. Ya, pelatih 49 tahun itu menerima tawaran klub Serie B Benevento Calcio.

Canna menggantikan Fabio Caserta yang hanya membawa Gli Stregoni –sebutan Benevento Calcio– mendarat di posisi ke-12 klasemen Serie B dalam enam giornata awal. Masih ada waktu bagi Canna membentuk tim untuk kembali ke Serie A musim depan. Kali terakhir Gli Stregoni bermain di Serie A dua musim lalu.

”Cannavaro akan bersama kami hingga akhir musim 2023–2024,” bunyi pernyataan resmi Benevento Calcio. ”Aku harus menemukan klub yang tepat. Tidak boleh lagi ada kesalahan,” sahut Cannavaro sebagaimana yang dilansir Football Italia.

Keputusan Canna melatih Gli Stregoni diiringi pengorbanan besar terkait dengan gaji. Kapten timnas Italia kala memenangi Piala Dunia 2006 itu hanya menerima gaji EUR 1 juta (Rp 14,8 miliar) per musim. Nominal tersebut berselisih sangat jauh dari yang diterima Canna ketika melatih Guangzhou FC, yakni mencapai EUR 14 juta (Rp 208,1 miliar) per musim.

Gara-gara gaji selangit itu pula, Guangzhou FC mengakhiri kontrak Canna tahun lalu lantaran kondisi keuangan klub sekaligus perekonomian Tiongkok yang sedang sulit. (io/c14/dns)