Tawuran antarpelajar bersambung ke hari kedua kemarin. Beberapa remaja terekam mendatangi SMP 4 di kawasan Balikpapan Barat. Saat polisi datang ada yang kabur, ada juga yang sempat diamankan.

 

BALIKPAPAN- Polisi mengamankan lima remaja siswa SMP swasta di Balikpapan yang ditengarai terlibat tawuran di kawasan SMP 4, Jalan Bukit Pelajar, Sidodadi, Balikpapan Barat. Informasi dihimpun, kelimanya berbeda sekolah. Yakni dari SMP swasta di kawasan Gunung Pasir, dan Balikpapan Barat.

Diduga masih ada pelajar yang terlibat, dan saat ini polisi masih melakukan pencarian. Ini untuk mengantisipasi keributan terulang kembali. “Tadi ada yang diamankan sama polisi,” kata Samsul warga sekitar lokasi. Sementara itu, dari rekaman video amatir yang diambil warga di sekitar SMP 4 kemarin, terlihat sejumlah massa mendatangi sekolah tersebut. Beberapa di antaranya terekam membawa sajam. Juga terekam empat remaja berboncengan mengendarai dua motor, tanpa helm, kabur saat patroli polisi datang di lokasi tersebut.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan telah menerima laporan kejadian tawuran antarpelajar tersebut. Kasus ini menjadi atensi bagi dunia pendidikan.

Kepala Disdikbud Balikpapan Purnomo mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari SMPN 4 Balikpapan, ada muridnya yang terlibat tawuran dengan siswa sekolah lain.

“Dari laporan yang disampaikan, kejadian terjadi di luar jam sekolah. Namun, mereka masih memakai seragam sekolah. Ada pertikaian eksternal antara murid SMPN 4 dan SMP lain. Mereka datang menyerang murid SMPN 4,” terangnya, Rabu (21/9).

Ia menjelaskan, ada perselisihan di antara kedua belah pihak. Mereka saling berbalas, hingga murid dari sekolah lain, datang dan menunggu murid SMPN 4.

“Dari berita yang tersebar di media sosial, tidak benar mereka membawa senjata tajam. Dari keterangan murid, yang dibawa kayu panjang. Pihak sekolah sudah memanggil mereka. Dan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib atau kepolisian,” bebernya.

Purnomo menyampaikan, pihak Polsek Balikpapan Barat sudah mendatangi sekolah masing-masing. “Kami tidak memberikan sanksi kepada sekolah. Karena terjadi di luar jam sekolah. Hanya saja kami memberikan peringatan agar sekolah lebih melakukan pengawasan,” tuturnya.

Menurutnya, jika kejadian di luar jam sekolah memang agak sulit. Pemantauan tidak bisa dilakukan pihak sekolah jika sudah terjadi di luar area sekolah.

“Untuk itu, pentingnya kolaborasi pendidik dan orang tua untuk memberikan pengawasan dan pendidikan yang benar bagi murid. Kami berharap bisa memberikan pemahaman kepada anak-anak dampaknya bukan kepada dirinya sendiri, tapi bisa ke keluarga mereka, bahkan masa depannya. Hal- hal ini sebisa mungkin dihindari,” pungkasnya. (ms)

 

IBRAHIM SAINUDDIN

[email protected]

--------------

AJIE CHANDRA

[email protected]