BALIKPAPAN–Kecelakaan maut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 24, Balikpapan Utara, jelang tengah malam, Selasa (20/9). Sebuah truk self loader melibas penumpang dan dua mobil yang berada di pinggir jalan. Seketika korban kocar-kacir menyelamatkan diri. Namun, mereka sebagian besar mengalami luka dan ada yang meninggal.

Peristiwa nahas itu bermula pada pukul 23.00 Wita, sebuah mobil Etios dan pikap Gran Max yang hendak ke arah Samarinda dari Balikpapan terlibat kecelakaan. Sopir dan penumpang kedua kendaraan itu akhirnya turun ke pinggir jalan. Mereka bermediasi membicarakan terkait insiden yang baru saja mereka hadapi.

Di tengah proses mediasi itu, tiba-tiba sebuah truk self loader dari arah Balikpapan menuju Samarinda hilang kendali. Truk roda 10 itu pun akhirnya menyeruduk pengemudi dan penumpang Gran Max serta Etios. Seketika sejumlah korban tergeletak di pinggir jalan. Lima korban meninggal dan enam lainnya menderita luka-luka.

Mengetahui peristiwa itu, petugas dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim mendatangi lokasi. Kemarin (21/9), kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Sonny Irawan pun langsung turun ke lokasi.

Dia menyebut, truk self loader dengan nomor polisi (nopol) S-9129-UZ itu dikemudikan oleh Agus. Truk itu menyeruduk penumpang beserta mobil Etios dengan nopol KT1039 CM dan Gran Max nopol KT 8790 QS. Etios dikemudikan Nurhadi (57) dan Gran Max dikemudikan Andri (36). Andri yang ditabrak diketahui menjadi salah satu dari lima korban meninggal. Sedangkan Nurhadi mengalami luka.

Sonny memastikan, kelima korban diketahui meninggal di tempat saat peristiwa itu terjadi. Satu korban mengalami luka berat dan lima lainnya luka ringan kini sedang dirawat di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. “Kondisi jalan memang ada yang dalam perbaikan. Sopir juga tidak melihat ada kerumunan orang yang tengah bermediasi di lokasi kejadian,” beber alumnus Akpol 1997 itu.

Agus, sopir truk itu, telah diamankan di Polresta Balikpapan dan kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini berada di Posko PJR Soekarno-Hatta, Kilometer 23, Karang Joang, Balikpapan Utara.

Dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik Unit Laka Lantas Satlantas Polresta Balikpapan, kemarin sore, Agus telah ditetapkan tersangka. Penyidik menyangka Pasal 310 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22/2009. “Agus diduga lalai,” kata Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani.

Polwan berpangkat melati satu itu menuturkan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan membuat traffic accident analysis (TAA), untuk kemudian menarik kesimpulan penyebab kecelakaan maut tersebut. “Kami juga berkoordinasi dengan BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Wilayah XVII Kaltimtara untuk mengetahui kir kendaraan, layak atau tidak. Kemudian bagaimana sistem pengereman berfungsi atau tidak,” paparnya.

Belum usai persoalan kecelakaan maut tersebut, kemarin sekitar pukul 13.00 Wita, insiden kembali terjadi. Melibatkan truk dan pikap, tak jauh dari lokasi kecelakaan sebelumnya. Lebih tepatnya berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 23, Balikpapan Utara. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi pikap yang sempat terjepit bisa dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. (rom/k8)

 

IBRAHIM

[email protected]