TENGGARONG - Perhelatan Festival Erau Adat Pelas Benua Tahun 2022 sudah dimulai. Penyelenggaraan ini sudah dimulai sejak 20 September kemarin, dan akan berlangsung selama 14 hari. Selama pelaksanaan tersebut akan dilakukan berbagai rangkaian ritual hingga penutupan yang dilakukan Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura.

Salah satu ritual tersebut adalah Ritual Menjamu Benua pada Rabu (21/9) sore. Ritual ini sendiri dijelaskan oleh koordinator ritual dari pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Awang Imaludin adalah upacara adat. Yakni pihak kesultanan melakukan penjamuan kepada makhluk gaib untuk meminta keselamatan masyarakat Tenggarong dan sekitar Kalimantan Timur selama pelaksanaan Erau.

"Tadi sudah dilakukan Beluluh Sultan, sekarang penjamuan benua. Jadi penjamuan ini kita meminta kepada orang-orang halus (makhluk gaib, red) untuk dapat memberikan keselamatan kepada masyarakat Tenggarong dan sekitarnya (Kaltim) selama pelaksanaan Erau," jelas Imaludin.

Ritual ini dilakukan dengan membawa sesajen berupa bahan makanan ke tiga titik seputar Tenggarong. Sesajem tersebut dibawa rombongan kesultanan terdiri dari 7 orang dewa (dukun wanita), 7 orang belian (dukun pria), 7 pangkon bini (wanita, red), dan 7 pangkon laki. Rombongan akan membawa sesajen tersebut ke tiga titik, yaitu Kepala Benua (Kelurahan Mangkurawang), Tengah Benua (depan keraton), dan Buntut Benua (Kelurahan Timbau).

"Ritual ini demi keselamatan masyarakat selama pelaksanan Erau. Harapan saya juga kepada masyarakat selama pelaksanaan Erau ini untuk menjaga ketertiban, keamanan dan pelaksanaan," tutup Imaludin. (moe)