Nol poin dari GP Aragon benar-benar membuat posisi Fabio Quartararo serba sulit dalam upayanya mempertahankan gelar juara dunia.

Kalender balap MotoGP menyisakan lima balapan saja. Namun, kini, Quartararo harus berjuang habis-habisan karena keunggulan poinnya sebagai pemimpin klasemen hanya tinggal 10 angka.

Ditambah lagi tren positif performa rival terdekatnya Francesco Bagnaia (Ducati) belum terhenti hingga di GP Aragon, Minggu (18/9). 

Meski “hanya” finis di posisi kedua, Pecco- sapaan Bagnaia- menyebut dia terpaksa bermain aman kala bertarung kontra Enea Bastianini (Gresini) di lap terakhir GP Aragon.

Karena menurutnya, sungguh berisiko jika harus bertarung melebihi batas dan kehilangan poin signifikan kalau pada akhirnya duel tersebut berakhir dengan insiden. Menjelang GP Jepang akhir pekan ini, Quartararo berjanji bakal habis-habisan memburu kemenangan di balapan kandang Yamaha. 

Meski dia juga menyadari bahwa misinya itu bakal sulit tercapai. ”Aku akan melakukan yang terbaik dan tampil 100 persen di Jepang untuk merebut kemenangan,” ujarnya dilansir Motorsport Week. 

Dia mengakui, kemenangan Bastianini di Aragon sedikit menguntungkannya. Karena jika Pecco yang menang, maka keunggulan poinnya atas Pecco hanya tinggal 5 angka.

”Kini perjuanganku (mempertahankan juara dunia) semakin berat,” tandasnya. Bukan hanya Pecco, ancaman untuk merecoki Quartararo juga datang dari Aleix Espargaro. 

Rider Aprilia itu kini bertengger di posisi ketiga klasemen dan hanya berjarak 17 poin dari Quartararo. Quartararo tak lagi memenangi balapan sejak yang terakhir diraihnya pada GP Jerman di Sachsenring, Juni, lalu. Keunggulan poinnya tereduksi sangat signifikan dari 91 menjadi lima saja dalam lima balapan. 

Balapan Quartararo di GP Aragon hanya berumur enam tikungan di lap pertama. Ban depan motornya tersenggol ban belakang motor Marc Marquez yang tiba-tiba kehilangan traksi. 

Belakangan Marquez menyebut ada masalah pada ride height device motornya sehingga tidak berfungsi dengan baik. (**)