Upacara adat di Kubar harus dilestarikan. Mental masyarakat harus dibina lewat kearifan lokal. Terutama generasi muda agar tidak terpengaruh oleh berbagai budaya luar yang bertentangan dengan kerukunan hidup masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

 

SENDAWAR–Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan mengatakan, penyelenggaraan kegiatan kebudayaan dapat dijadikan sebagai momen untuk memaknai dan mengamalkan nilai-nilai luhur dari kearifan lokal. Salah satunya dengan menguatkan rasa kegotongroyongan.

“Hal ini dapat kita terus tingkatkan untuk hidup dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” kata Bupati FX Yapan, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BKAD Kubar Sahadi, upacara adat Kenyau di Kampung Besiq, Kecamatan Damai, baru-baru ini.

Pelestarian budaya ini guna menyukseskan visi pemerintah yaitu Kutai Barat yang Semakin Adil, Mandiri, dan Sejahtera Berlandaskan Ekonomi Kerakyatan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Bupati berharap, partisipasi dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, salah satunya dengan mengupayakan pelestarian adat istiadat yang diwariskan leluhur.

Menurut dia, penyelenggaraan upacara adat Kenyau merupakan kegiatan kebudayaan yang kerap dilaksanakan masyarakat. “Saya ingin tak sekadar dilaksanakan sebagai bagian dari keharusan, melainkan sebagai salah satu bentuk upaya mendukung pemerintah dalam pelestarian adat istiadat warisan leluhur kepada kita. Karena ini merupakan identitas asli kita di Bumi Tanaa Purai Ngeriman,” katanya. (kri/k8)

 

HARTONO

[email protected]