JAKARTA – PKS, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat mematangkan rencana koalisi mereka dalam menghadapi Pemilu 2024. Sinyal itu muncul seiring pertemuan non formal ketiga pimpinan parpol tersebut.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu dalam pernikahan anak dari politikus Nasdem Sugeng Suparwoto. Dalam hajatan Minggu (18/9) malam itu, hadir pula mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kelima tokoh itu bahkan sempat berfoto bersama.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tidak membantah pertemuan itu. Menurutnya, ketiga pimpinan partai sedang melakukan komunikasi demi menghadapi pemilu. ’’Komunikasi kami semakin intens. Doakan semoga lancar,’’ terang dia saat dihubungi Jawa Pos kemarin (19/9).

Menurut Mardani, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyepakati koalisi. Secara matematis, gabungan tiga partai itu sudah memenuhi syarat kursi ambang batas presidential threshold. Jika koalisi terbentuk, tahap berikutnya adalah membahas formasi capres dan cawapres.

Sosok Anies, dalam hal ini bisa menjadi penentu. Menurut Mardani, kalau koalisi itu menetapkan Anies menjadi capres, selanjutnya tinggal mencari sosok cawapres. Tentu PKS mempunyai nama yang akan diajukan, begitu juga Partai Nasdem dan Partai Demokrat.

Jubir PKS Muhammad Kholid menambahkan, koalisi ketiga partai itu akan mengusung Poros Perubahan. Pihaknya akan membentuk tim kecil untuk membangun kesamaan pandangan dan platfrom perjuangan. ’’Termasuk format pasangan capres – cawapres,’’ ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pertemuan Anies dengan AHY bukan yang pertama. Diakuinya, belakangan kedua tokoh semakin intens melakukan komunikasi.

Dalam pertemuan di acara pernikahan hari Minggu, Herzaky menyebut komunikasi berlangsung cair. Keduanya juga tampak akrab dan merasa nyaman satu satu sama lain. ’’Apakah ini pertanda atau sinyal koalisi 2024?, doakan saja,’’ ujarnya kemarin.

Namun, Herzaky menegaskan, soal finalisasi koalisi dan pencapresan masih harus dibahas lebih lanjut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penggodokan. Termasuk menjalin komunikasi dengan Nasdem dan PKS. ’’Pada saatnya, akan kami sampaikan ke publik, dengan siapa Demokrat akan berkoalisi,’’ tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Jendral Partai Nasdem Johnny G Plate menyatakan, proses politik tidak berjalan singkat. Meski Anies juga sudah masuk dalam pengamatan Nasdem, namun beberapa proses lain masih terus berjalan. ’’Capres yang diusung harus punya kemampuan dan kesediaan menjaga kontinuitas pembangunan yang sudah dilaksanakan kabinet Pak Jokowi,’’ bebernya.

Syarat lainnya adalah terbentuknya koalisi. Partai Nasdem menurutnya masih terus melakukan komunikasi politik dengan partai lain. ’’Kalau ada calon dan pasangan, tapi tidak ada koalisi ya tidak jalan. Kalau ada koalisi tapi tidak berhasil membentuk pasangan tidak jalan juga,’’ tegasnya. (lum/far/lyn/bay)