SAMARINDA - Unit SAR Samarinda mengirimkan satu tim terdiri empat personil untuk bergabung dengan tim pencarian korban hilang 1 orang di Riam Panjang Sungai Mahakam Long Pahangai Kabupaten Mahakam Ulu. 

Korban hilang atas nama Sabran setelah kapal ditumpanginya KM Belareq Jaya alami kecelakaan pada hari Kamis, 15 September 2022 Pukul 08.00 Wita. 

Peristiwa kecelakaan bermula Long Boat Belareq berangkat dari Long Bagun pukul 06:00 Wita tanggal 14 September 2022 dan sampai di Muara Nyaan perkiraan pukul 15:00 Wita.

Mengingat air besar dan banyaknya kamparan kayu yang hanyut maka di putuskan, bermalam di Muara Nyaan Rakit Tiga Saudara. 

Dan selanjutnya tanggal 15 September 2022 melanjutkan perjalanan lagi menuju Long Pahangai dan Kejadian Karam Long Boat Belareq perkiraaan pukul 08:00 Wita di Riam Genhong atau Riam Panjang dan satu orang kru Long Boat belum di ketemukan bernama Sabran. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Melkianus Kotta menjelaskan pihaknya menerima laporan peristiwa kecelakaan ini dari Pos Wasdal Long Tuyoq. 

"Hari ini, Jumat 9 September, Tim Rescue Unit Siaga Samarinda menerima informasi dari Potensi di LKP hasil masih nihil. Dan pada pukul 15.10 wita, Tim Rescue Unit Siaga Samarinda bergerak menuju LKP dengan 4 orang personil untuk pencarian korban," ujar Melki. 

Tim Rescue diperkirakan tiba pada Sabtu 17 September 2022 pukul 04.10 Wita. Adapun, unsur yang terlibat pencarian korban yaitu dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Samarinda, BPBD Mahakam Ulu, Sat Pol PP Mahakam Ulu dan Keluarga Korban. 

Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu terutama daerah Long Pahangai hingga perbatasan Malaysia RI, dikenal sangat ganas dan tak mudah dilewati. Maka hanya speed boat atau long boat dengan mesin bertenaga besar yang bisa menyusuri hulu sungai tersebut. 

Setiap speedboat minimal memiliki dua mesin yang masing-masing berkekuatan 200 PK. Dan yang mengemudikan speed boat atau long boat oleh motoris yang andal dan berpengalaman jika tidak, maka akan karam diterjang jeram. 

Perjalanan menuju hulu Mahakam sangat berbahaya karena perahu harus melawan arus deras dan menerjang puluhan jeram yang berbeda karakteristik. Pada musim hujan, ada jeram yang arusnya semakin kuat. Sementara itu, saat kemarau jeram yang lain memunculkan bebatuan di permukaan air dan bisa menghancurkan perahu jika tertabrak. (myn)