SURABAYA – Sejak ditunjuk jadi pelatih timnas Indonesia pada 2019 lalu, ada metode latihan yang cukup berbeda dari Shin Tae-yong (STY). Terutama latihan recovery sesudah pertandingan. Pelatih asal Korea Selatan itu selalu memilih latihan pagi menjelang siang, sekitar pukul 10.30 hingga 12.30.

Tentu hal itu cukup bikin heran. Sebab, di Indonesia, latihan pagi menuju siang seperti itu cukup terik. Tidak biasa diterima sebagian besar pemain Indonesia.

Latihan pagi menuju siang itu dilakukan lagi kemarin (15/9) di Lapangan THOR, Surabaya. Tepatnya pukul 11.00 hingga 12.30. Cuaca Kota Pahlawan berada di suhu 29 derajat Celsius.

Pelatih 52 tahun itu menjelaskan alasannya memilih metode latihan recovery seperti itu. Menurut dia, mengembalikan kondisi tubuh di bawah sinar matahari sangat baik. ’’Itu bisa membantu pemain mengeluarkan keringat. Kelelahan setelah bertanding bisa hilang ketika pemain mengeluarkan sedikit keringat,’’ terang eks pelatih timnas Korsel itu.

Dia paham cuaca di Indonesia, khususnya Surabaya, panas. Tapi, hal tersebut tidak jadi masalah. Yang terpenting, pemain terkena sinar matahari secara langsung. ’’Tapi, kami tidak berlatih keras. Hanya latihan ringan saja. Matahari akan sangat membantu jika hanya latihan ringan,’’ ujarnya.

Selain soal pemilihan latihan di jam-jam panas, keunikan lain dari cara melatih Shin Tae-yong adalah soal komunikasi dengan pemain. Dia banyak melakukan tindakan ’’kasar’’ kepada Marselino Ferdinan dkk. Seperti menjewer telinga hingga menjambak rambut.

Shin Tae-yong hanya tertawa ketika pertanyaan itu dilontarkan kepadanya. Menurut dia, cara itu paling efektif untuk lebih dekat dengan pemain. ’’Itu cara pendekatan saya kepada pemain. Karena saya belum bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,’’ jelasnya, lantas tertawa lagi. (rid/c17/ali)