BALIKPAPAN–Dua kader PDI Perjuangan bakal memperebutkan kursi calon wakil wali kota Balikpapan periode 2021–2024. Keduanya adalah Budiono dan Risti Utami Dewi Nataris. Menariknya, Budiono diusung DPP PDI Perjuangan, sementara Risti Utami Dewi Nataris diusung DPD Golkar. Untuk diketahui, Risti Utami Dewi Nataris adalah istri almarhum Thohari Aziz, wawali Balikpapan terpilih berdasarkan hasil Pilkada 2019 lalu.

Thohari Aziz meninggal pada 27 Januari 2021 di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Politikus PDI Perjuangan itu wafat kurang dari dua bulan setelah pemungutan suara Pilkada 2019 dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Dikonfirmasi terkait keputusan DPD Golkar memilih Risti, Wali Kota Balikpapan yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan, pilihan itu untuk menghargai perjuangan Thohari Aziz yang sebelumnya mendampinginya pada pilwali lalu. Sehingga keluarga besarnya, yang akrab disapa Bani Mas’ud bersepakat merekomendasikan Risti sebagai bakal calon wawali Balikpapan dari Partai Golkar.

“Karena kami dengan almarhum (Thohari Aziz) sama-sama berjuang. Jadi keluarga besar saya, memutuskan ibu Risti. Dan kebetulan juga beliau, mau. Ya, kita usung. Permasalahan menang atau kalah itu qadarullah. Itu sudah tertulis di lauhul mahfuz. Kalau dia memang jadi wawali, alhamdulillah. Kalau tidak, kami sudah memberikan penghargaan kepada istri almarhum. Untuk dicalonkan menjadi calon wawali,” ungkapnya saat ditemui Kaltim Postdi Balai Kota Balikpapan, Selasa (13/9).

Rahmad menegaskan, rekomendasi tersebut juga merupakan komitmennya untuk tetap memberikan porsi keterwakilan PDIP di Pemkot Balikpapan.

Adapun pemilihan calon wawali Balikpapan akan dilaksanakan di DPRD Balikpapan. “Ini juga sebagai komitmen kami dengan PDIP. Yang sedari awal sudah bersinergi bersama-sama. Alasan lainnya, kami juga memiliki kepedulian kepada Bu Risti, yang merupakan istri almarhum (Thohari Aziz),” imbuhnya. Walau begitu, Rahmad belum membuka nama dua orang yang dipilihnya menjadi calon wawali yang akan disampaikan ke DPRD Balikpapan. Rahmad juga belum membeberkan, jika Risti Utami Dewi Nataris menjadi salah satu nama yang akan diusulkan sebagai calon wawali ke DPRD Balikpapan.

Selain Risti, sebelumnya ada beberapa nama bakal calon wawali Balikpapan yang direkomendasikan partai pengusungnya. Yakni, Budiono (wakil ketua DPRD Balikpapan dari PDIP), Sabaruddin Panrecalle (wakil ketua DPRD Balikpapan dari Gerindra), Denni Mappa (ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan), Alphard Syarif (ketua DPD Partai Perindo Samarinda), dan Sayid MN Fadly (mantan sekkot Balikpapan yang diusung PKS). Dengan demikian, hingga saat ini menyisakan PPP yang belum secara resmi menerbitkan rekomendasi bakal cawawali.  “Baru mau diusulkan. Akan di-filterdulu, karena ini permintaan dari dewan. Yang pasti segera kita serahkan,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi mengenai rekomendasi Partai Golkar untuk Risti Utami Dewi Nataris, Sekretaris DPC PDIP Balikpapan Suwanto enggan menanggapinya. Dia mengaku pihaknya masih menunggu arahan dari DPP PDIP. “Karena yang mengeluarkan rekomendasi (bakal cawawali) adalah DPP,” katanya, kemarin. Anggota DPRD Balikpapan ini melanjutkan, sampai saat ini rekomendasi bakal cawawali Balikpapan yang dikeluarkan PDIP masih belum berubah. Yakni Budiono. Keputusan itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 3738/IN/DPP/I/2022 tentang Penetapan Calon Pengganti Wakil Wali Kota Balikpapan dari PDIP, yang diterbitkan akhir Januari 2022. “Dan sampai sekarang rekomendasinya ke Pak Budiono,” pungkasnya. (riz/k8)

 

RIKIP AGUSTANI

[email protected]