Target Borneo FC Samarinda untuk menyapu bersih seluruh pertandingan kandang musim ini dengan kemenangan tercoreng.

Tadi malam, tim berjuluk Pesut Etam itu harus rela berbagi angka. Mereka ditahan imbang Persita Tangerang dengan skor 2-2 dalam pertandingan pekan kesembilan di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Pesut Etam benar-benar dibuat kerepotan. Pendekar Cisadane –julukan Persita– mendominasi permainan 57 persen berbanding 43 persen. Tim tamu juga lebih banyak membahayakan gawang tuan rumah.

Total ada 16 percobaan tembakan yang dilepaskan Persita. Sementara itu, Borneo FC hanya menciptakan sembilan tembakan.

Pelatih Borneo FC Milomir Seslija menilai, strategi yang disiapkan sebenarnya berjalan baik. Baru tiga menit pertandingan berjalan, Pesut Etam sudah membuka keunggulan melalui aksi Matheus Pato. Lalu, Borneo FC mencetak gol kedua melalui aksi Terens Puhiri (50’).

’’Namun, kami terlalu mudah membiarkan tim lawan mencetak gol,’’ keluh mantan pelatih PSM Makassar itu. 

Pendekar Cisadane mampu mengamankan satu poin berkat gol Ramiro Fergonzi (45’) dan Elisa Basna (53’). Hasil itu membuat Persita menjadi tim tamu pertama yang mampu membawa pulang poin dari Stadion Segiri. 

’’Saya menilai kami tidak terlalu stabil di lapangan. Kurang disiplin. Mungkin karena kami bermain terlalu terburu-buru. Padahal, seharusnya ada 3–4 situasi yang bisa membuat kami menutup pertandingan dengan kemenangan,’’ imbuh Milo.

Sementara itu, pelatih Persita Angel Alfredo Vera menilai, raihan satu poin dari tangan Borneo FC harus diraih dengan susah payah. Sebab, Pendekar Cisadane dua kali mengalami situasi tertinggal skor. 

’’Sejak awal, saya tahu pertandingan akan berjalan seperti ini. Saya meminta para pemain untuk bermain tenang dan tidak terburu-buru. Kalau main tenang, kami bisa menguasai pertandingan. Target membawa pulang poin akhirnya tercapai,’’ jelas mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut. (jpc)