Situasi Jurgen Klopp sebenarnya sama seperti Thomas Tuchel. Sama-sama kalah saat memulai fase grup Liga Champions musim ini. Jika Tuchel langsung ditendang dari kursi pelatih Chelsea setelah kekalahan 0-1 di kandang Dinamo Zagreb (7/9), Klopp sepertinya masih bisa ”bernapas”.

Tim asuhan Klopp, Liverpool FC, memang dipermalukan 1-4 di kandang SSC Napoli, Stadio Diego Armando Maradona, kemarin dini hari (8/9) WIB.

Tapi, sampai tadi malam WIB, Klopp masih menjejakkan kaki di AXA Training Centre –sebutan kamp latihan LFC.

Kekalahan di kandang Napoli merupakan kali ketiga dialami LFC bersama Klopp dalam fase grup Liga Champions lima musim terakhir. Skor kemarin juga semakin telak ketimbang musim 2018–2019 (0-1) dan musim 2019–2020 (0-2).

Dalam bursa pemecatan klub Premier League, seperti dilansir talkSPORT, Klopp memang muncul. Bahkan lebih difavoritkan lengser ketimbang pelatih Everton Frank Lampard.

Sebelum awal musim, Lampard menempati urutan pertama bakal dipecat awal. Pada kenyataannya, Lampard masih aman dan pelatih pertama Premier League yang dipecat adalah Scott Parker (AFC Bournemouth).

Kekalahan di kandang Napoli merupakan kali ketiga dialami LFC bersama Klopp dalam fase grup Liga Champions lima musim terakhir. Skor kemarin juga semakin telak ketimbang musim 2018–2019 (0-1) dan musim 2019–2020 (0-2).

Dalam bursa pemecatan klub Premier League, seperti dilansir talkSPORT, Klopp memang muncul. Bahkan lebih difavoritkan lengser ketimbang pelatih Everton Frank Lampard.

Sebelum awal musim, Lampard menempati urutan pertama bakal dipecat awal. Pada kenyataannya, Lampard masih aman dan pelatih pertama Premier League yang dipecat adalah Scott Parker (AFC Bournemouth).

Kekalahan di kandang Napoli merupakan kali ketiga dialami LFC bersama Klopp dalam fase grup Liga Champions lima musim terakhir. Skor kemarin juga semakin telak ketimbang musim 2018–2019 (0-1) dan musim 2019–2020 (0-2).

”Apakah saya takut (dipecat)? Tidak. Itu sama sekali tidak ada dalam pikiran saya. Meski, Anda tidak tahu yang akan terjadi,” ucap Klopp setelah kekalahan oleh Napoli kepada Sky Sports Italia. Klopp yang punya kontrak sampai Juni 2026 atau bakal menggenapkan durasinya menangani LFC sampai sedekade punya alasan tidak bakal bernasib seperti Tuchel.

Yaitu, karakter berbeda pemilik klub. Meski, John W. Henry dan Tom Werner selaku duo pemilik LFC merupakan pengusaha Amerika Serikat seperti bos Chelsea Todd Boehly.”Pemilik kami (Henry dan Werner, Red) sedikit lebih tenang dan selalu mengharapkan saya sendiri yang menyelesaikan situasi. Pemilik kami tidak berpikir bahwa ada orang lain yang menyelesaikan masalah itu,” tutur Klopp.

Sejak Henry-Werner melalui konsorsium Fenway Sports Group (FSG) mengakuisisi LFC pada Oktober 2010, hanya ada empat pelatih di skuad The Reds. Yaitu, Roy Hodgson (2010–2011), Kenny Dalglish (2011–2012), Brendan Rodgers (2012–2015), dan Klopp (2015–sekarang).

FSG, seperti dikutip The Guardian, malah pernah dikritik habis-habisan karena dianggap lamban mengambil keputusan untuk menendang Rodgers dari posisinya.

Terutama setelah LFC terlempar dari zona Liga Champions semusim setelah finis runner-up di Premier League 2013–2014. Pada musim itu pula (2014–2015), The Reds hanya mampu bertahan sampai fase grup Liga Champions.

”Ambisi kami tidak terletak pada upaya untuk melakukan perbaikan jangka pendek yang dari sisi hasil akhirnya hanya akan berkontribusi selama beberapa musim.”

Begitu yang pernah dikatakan Henry setelah mendapat kritik dari Kopites –sebutan pendukung LFC– karena terkesan ”membiarkan” LFC tak berprestasi.

Karena alasan jangka panjang itulah, FSG bersedia menunggu Klopp sampai mampu memberikan trofi juara bagi LFC. Misalnya, Liga Champions yang dimenangi setelah tiga musim Klopp bertugas.

Begitu pula keberhasilan Klopp dalam menyudahi puasa gelar LFC di ajang Premier League dalam musim keempatnya menangani Jordan Henderson dkk.

Bandingkan dengan Tuchel yang sudah mampu mencuri perhatian dalam enam bulan pertama di Chelsea atau memenangi Liga Champions 2020–2021. Bisa dibilang, proses Tuchel lebih instan.

”Chelsea itu seperti tim yang hanya butuh bursa transfer untuk mendapatkan skuad dan pelatih yang dimau untuk kesempatan beberapa pekan atau beberapa bulan ke depan,” sindir pandit sekaligus legenda LFC Jamie Carragher kepada Daily Mail. (jpc)