BEIJING - Vaksinasi Covid-19 tak membutuhkan jarum lagi. CanSino Biologics yang berbasis di Tianjin, Tiongkok telah membuat vaksin versi hirup. Vaksin dengan nama Ad5-nCoV tersebut telah mendapatkan persetujuan penggunaan di Tiongkok pada Minggu (4/9). Ia menjadi vaksin Covid-19 pertama dengan metode inhalasi.

’’Persetujuan itu akan berdampak positif pada kinerja perusahaan jika vaksin tersebut selanjutnya dibeli dan digunakan oleh instansi pemerintah terkait,’’ bunyi peryataan pihak CanSino Biologics seperti dikutip Bloomberg.

Begitu kabar bahwa pemerintah Tiongkok memberikan lampu hijau, saham CanSino Biologics di bursa efek Hongkong naik hingga 14,5 persen kemarin (5/9) pagi. Badan Administrasi Produk Medis Nasional Tiongkok memberikan persetujuan untuk penggunaan darurat sebagai booster.

Ad5-nCoV versi hirup ini diberi nama Convidecia Air. Isinya sama dengan versi suntik. Ia adalah vaksin Covid-19 pertama yang diuji coba pada manusia yaitu pada Maret 2020 lalu. Versi injeksinya sudah digunakan di Meksiko, Pakistan, Malaysia dan Hungaria mulai Februari 2021. Ia menggunakan adenovirus yang tidak berbahaya sebagai pembawa kode genetik yang mengajarkan tubuh cara melawan Covid.

Penggunaan Ad5-nCoV hanya satu dosis, bukan 2 seperti vaksin jenis lainnya. Ia 66 persen efektif dalam mencegah gejala Covid-19 dan 91 persen efektif melawan penyakit parah. Meski begitu vaksin ini masih kalah dalam hal penjualan di luar negeri jika dibandingkan dengan vaksin dari Sinovac Biotech dan Sinopharm Group.

Vaksin versi inhalasi dapat merangsang kekebalan seluler dan menginduksi kekebalan mukosa (cairan hidung, Red) untuk meningkatkan perlindungan tanpa injeksi intramuskular. ’’Vaksin ini dihirup dalam bentuk kabut halus dan dapat memberikan perlindungan yang baik hanya dalam satu tarikan nafas,’’ bunyi pernyataan perusahaan.

Karena tidak perlu disuntikkan, vaksin ini bisa dipakai sendiri tanpa bantuan orang lain. Ini bisa mengurangi tekanan pada sistem kesehatan dan mengurangi antrian vaksin di berbagai fasilitas medis. Orang-orang yang menolak vaksin karena takut disuntik juga bisa memakainya.

Meski begitu, Cansino mengatakan tidak pasti kapan vaksinnya akan dapat dipasarkan. Itu karena persetujuan administratif tambahan masih diperlukan. Penjualannya akan tergantung pada situasi Covid-19 di dalam dan luar negeri, serta tingkat vaksinasi Tiongkok. (sha/bay)