Inggris akhirnya mengumumkan Perdana Menteri baru pengganti Boris Johnson. Kali ini adalah seorang perempuan bernama Liz Truss berasal dari Partai Konservatif Inggris.

Liz Truss saat ini menjabat sebagai menteri luar negeri selama 12 bulan terakhir. Dia akan secara resmi ditunjuk sebagai perdana menteri berikutnya oleh Ratu Elizabeth, kemungkinan pada Selasa sore (6/9). “Saya akan menyampaikan rencana berani untuk memotong pajak dan menumbuhkan ekonomi kita,” kata Truss dalam pidato kemenangannya seperti dilansir dari NPR.

Ia menambahkan, bahwa dia juga akan menghadapi tantangan dari tagihan energi tinggi ke Layanan Kesehatan Nasional. Truss akan menjadi pemimpin keempat negara itu dalam periode 6 tahun yang penuh gejolak politik. 

Ini menandai ketiga kalinya dalam sejarah bahwa seorang perempuan akan mengambil alih kekuasaan di 10 Downing Street, tetapi ketiga kalinya dalam beberapa tahun terakhir bahwa perubahan perdana menteri telah terjadi tanpa pemilihan umum nasional. “Kami akan memberi, kami akan memberi, dan kami akan memberi,” kata Truss.  “Dan kami akan memberikan kemenangan besar bagi Partai Konservatif pada 2024,” tegasnya.

Truss menggantikan Boris Johnson yang mundur akibat skandal yang memuncak pada peridoe awal tahun ini. Setelah kehilangan dukungan tidak hanya dari mayoritas sesama legislator Konservatif, tetapi juga banyak menterinya sendiri yang mengundurkan diri, ia terpaksa mengundurkan dirim kendati awalnya sempat ngeyel untuk bertahan.

Truss menghabiskan musim panas berkampanye melawan Rishi Sunak, mantan menteri keuangan Inggris yang merupakan saingannya untuk kepemimpinan Konservatif. Kontes ini diputuskan oleh suara dari hampir 142.000 anggota partai.

Truss mendapatkan lebih dari 81.000 suara itu, proporsi terendah dari pemimpin mana pun dalam sejarah baru-baru ini. Johnson terus melayani sebagai pemimpin sementara selama beberapa bulan terakhir, dan dia diperkirakan akan bertemu dengan raja di Skotlandia pada hari Selasa untuk mengajukan pengunduran diri resminya. (*)