LONDON - Hari penentuan tiba. Sekitar pukul 12.30 waktu setempat hari ini, perdana menteri (PM) Inggris yang baru akan diumumkan. Salah satu dari Menteri Luar Negeri Liz Truss atau Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak akan terpilih.

Hasil itu didasarkan pada siapa yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Ketua Partai Konservatif. ’’Jika terpilih, saya berencana mengambil tindakan secepatnya terkait biaya dan suplai energi pada pekan pertama pemerintahan saya,’’ ujar Truss kemarin (4/9) seperti dikutip Sunday Telegraph.

Dia menambahkan bahwa kegiatan fiskal akan dilakukan oleh menteri keuangannya bulan ini dan juga bakal ada paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi situasi di Inggris saat ini.

Truss memang masih menebar janji hingga detik terakhir. Padahal pemilihan sudah ditutup pada Jumat (2/9). Penghitungan suara juga sudah selesai dilakukan.

Jika rencana Truss dijalankan, ia diperkirakan bakal membutuhkan anggaran lebih dari GBP 100 miliar atau setara Rp 1,7 kuadriliun. Mayoritas anggaran akan ditambahkan ke pinjaman pemerintah. Dia juga akan menunjuk Dewan Penasihat Ekonomi untuk mendapatkan ide-ide terbaik terkait masalah perekonomian negara.

’’Kita perlu mengambil keputusan sulit untuk memastikan bahwa kita tidak dalam posisi ini setiap musim gugur dan musim dingin,’’ ujar Truss.

Di sisi lain, Sunak juga berusaha untuk meningkatkan kepercayaan publik. Terutama untuk mengatasi tagihan energi yang meningkat. Dia mengatakan akan menawarkan beberapa dukungan keuangan pada semua penduduk. Bantuan tambahan akan diberikan pada mereka yang berpenghasilan terendah dan pensiunan.

Siapapun yang menjadi PM baru nanti, dia memiliki banyak pekerjaan rumah. Mulai dari perekonomian yang lesu, pasokan energi yang terancam akibat perang di Ukraina, inflasi dan berbagai hal lainnya. PM baru nanti juga harus mengatasi semakin banyaknya pemogokan, daftar tunggu yang panjang di layanan kesehatan masyarakat, dan keputusan pengadilan bulan depan tentang upaya kemerdekaan Skotlandia.

Pemimpin wilayah Skotlandia Nicola Sturgeon merasa tidak cocok dengan Truss. ’’Jika dia (Truss, Red) memerintah seperti yang dia kampanyekan selama musim panas, dia akan menjadi bencana tidak hanya bagi Skotlandia tetapi juga bagi Inggris,’’ ujar Sturgeon kepada Sky News.

Berdasarkan aturan di Inggris, PM Boris Johnson akan mengundurkan diri sehari setelah pengumuman pemenang pemilu di Partai Konservatif. Penggantinya biasanya diundang ke Istana Buckingham oleh Ratu Elizabeth II. Namun tahun ini berbeda. Ratu berada di Kastil Balmoral, Skotlandia. Johnson serta PM terpilih akan ke menuju sana.

 

Tiongkok Kecam Kebijakan AS

Sementara itu, ketegangan hubungan Tiongkok dan AS belum reda. Hal itu dikarenakan pemerintah AS telah menyetujui penjualan senjata ke Taiwan senilai USD 1,1 miliar atau setara Rp 16,39 triliun. Beijing meminta agar Washington mencabut keputusannya.

Juru bicara kedutaan Tiongkok Liu Pengyu mengatakan bahwa negaranya sangat menentang keputusan penjualan itu. Kebijakan itu sangat membahayakan hubungan Tiongkok-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tersebut. Menurutnya dengan penjualan senjata tersebut, AS telah ikut campur dalam urusan internal Tiongkok serta merusak kedaulatan serta kepentingan keamanan negara tersebut.

’’Penjualan tersebut mengirimkan sinyal yang salah pada pasukan separatis kemerdekaan Taiwan,’’ ujarnya seperti dikutip CNN. Tiongkok juga mengancam akan melakukan tindakan balasan atas penjualan senjata tersebut. (sha/bay)