Video viral yang menampilkan Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin tengah berpesta liar menyebar ke publik. Dalam video itu terlihat Sanna tertawa dan menari dengan teman-teman selebriti serta mengonsumsi minuman beralkohol.

Sanna sendiri telah mengikuti tes narkoba menyusul reaksi publik. Sanna menilai tuduhan dirinya mengonsumsi narkoba tidak adil.

“Saya menganggap tuduhan tersebut sangat serius. Dan, meski saya menganggap permintaan tes narkoba tidak adil, untuk perlindungan hukum saya sendiri dan untuk menjernihkan keraguan, saya telah melakukan tes narkoba yang hasilnya akan keluar sekitar seminggu,” kata Sanna Marin kepada wartawan, Jumat (19/8).

Perilaku Sanna muncul setelah dua video pribadinya bocor. Dalam video, Sanna terlihat menari dan bernyanyi bersama teman-temannya, termasuk selebriti Finlandia dan bintang pop Finlandia Olavi Uusivirta, seperti laporan BBC.

Sanna mengatakan dia tahu bahwa dia sedang difilmkan, tapi dia mengatakan bahwa video itu seharusnya sebagai privasi. Ia mengatakan sebelumnya bahwa dia tidak mengonsumsi obat-obatan, dan hanya minum beberapa minuman yang mengandung alkohol.

“Saya kesal karena video saya menjadi konsumsi publik. Video itu adalah teman-teman saya yang berpesta bahkan dengan cara yang riuh menari dan bernyanyi,” katanya. 

Seruan untuk tes narkoba datang dari anggota partai oposisi. Beberapa politisi juga mengkritik Sanna atas perilakunya di media sosial. Ini bukan pertama kalinya perilaku Sanna dikomentari secara luas. Sebelumnya Sanna juga pernah difoto di festival musik di masa lalu mengenakan celana pendek denim dan jaket kulit.

Sanna terpilih sebagai perdana menteri pada 2019 dan menjadi perdana menteri termuda Finlandia. Dia mewakili Partai Sosial Demokrat dan pada masa jabatannya telah melalui pandemi, berurusan dengan tetangganya, Rusia yang melancarkan invasi ke Ukraina. Terbaru, Finlandia siap untuk bergabung dengan NATO bersama dengan Swedia. (jpc)