VONIS15 tahun pernah menjerat Amirullah belasan tahun silam. Kala itu, dia menghabisi nyawa rekannya sendiri, Dogel. Amirullah alias Ulla adalah pria yang kini kembali berstatus tersangka dari keributan di area Taman Cerdas, Jalan Ruhui Rahayu, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, yang menewaskan Yusrani

Rabu (6/7), Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli membeberkan sebagian hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu dan Satreskrim Polresta Samarinda. “Memang sudah ada tersangka, tapi penyidik masih terus menelusuri kasusnya. Sementara sudah ada lima saksi yang diperiksa,” ujar Ary. Polisi pun masih terus mendalami apa motif di balik peristiwa berdarah itu terjadi. Disinggung dengan dugaan adanya dendam lama yang dipendam tersangka, perwira menengah Polri berpangkat melati tiga tersebut belum bisa memerinci. “Masih didalami, mungkin saja bisa jadi begitu (dendam),” ungkapnya.

Dua hari sebelum peristiwa berdarah itu “pecah” di sekitar Taman Cerdas, Amirullah ternyata sudah mencari keberadaan Jufri. Keluarga dari Dogel. Namun, yang jadi korban kebrutalan pelaku justru Yusrani. Korban sempat dilarikan ke RSUD AW Sjahranie. Nahas, beberapa jam kemudian Yusrani berpulang. “Jadi sebenarnya mereka semua berkawan. Tapi memang ada ketidakcocokan,” timpal Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu Iptu Fahrudi.

Amirullah yang kini jadi tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 355 tentang Penganiayaan Berat subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan hingga Menyebabkab Hilangnya Nyawa. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tegas Ary. (dra)