SELASA (5/7) sore, terjadi pemadaman listrik (blackout) di sebagian wilayah di Kaltim dan Kalsel. Pemadaman listrik secara serempak itu terjadi di sistem kelistrikan interkoneksi Barito-Mahakam.

Gangguan itu diindikasi terjadi di jalur transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kVA. Hal itu disampaikan, Manajer Humas PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltim-Kaltara (Kaltimra) Zulkarnain. Ia tidak menyebut di jalur mana SUTT 150 kVA yang mengalami gangguan. “Masih kami telusuri,” ucapnya.

Pemadaman terjadi di Sistem Interkoneksi Kalimantan Barito-Mahakam pukul 16.28 Wita. Kerusakan tersebut, membuat sebagian pelanggan PLN di wilayah Kaltim dan Kalsel mengalami pemadaman. Aktivitas masyarakat pun terganggu. “Kami masih menelusuri penyebabnya. Indikasinya di jalur transmisi SUTT 150 kVA. Jika sudah tahu, kami akan informasikan,” terangnya.

Ia menyampaikan, pihaknya langsung menurunkan petugas ke lapangan. Penormalan pihaknya lakukan bertahap. “PLN telah membentuk sistem kelistrikan island pada Sistem Barito (Kalimantan Selatan dan Tengah) dan Sistem Mahakam (Kaltim). Ketika ada pemadaman, segera kami backup melalui sistem interkoneksi ini. Bertahap, kami lakukan pemulihan,” tuturnya.

Menurutnya, sistem interkoneksi yang dibangun itu sangat membantu. Sehingga, pemulihan bisa dilakukan tidak memakan waktu lama. Pada pukul 19.00 Wita, 14 gardu induk (GI) dari 16 GI terdampak di Kaltim telah kembali menyalurkan listrik.

Setelah dua setengah jam, atau pada pukul 20.00 Wita, 16 GI telah 100 persen bertegangan. Kemudian, dilanjutkan dengan pendistribusian tenaga listrik atau penyulang. Hingga pukul 21.15 Wita, dari laporan PLN, 88 penyulang telah normal dan kembali mendistribusikan listrik kepada pelanggan. Tersisa sembilan penyulang on progress dan diharapkan segera normal kembali. Hingga berita ini dibuat tadi malam, progres wilayah terdampak sudah 91 persen pulih.

Pihaknya memohon maaf kepada seluruh pelanggan di Kaltim dan Kalsel atas kejadian tersebut. Sebagai informasi, kondisi sistem kelistrikan di Kalsel yang sudah grid system atau interkoneksi dengan Kaltim dan Kalteng. Interkoneksi itu memiliki beban puncak 1.260,5 megawatt (MW) dengan daya mampu 1.759,2 MW. Dengan kata lain, terdapat cadangan daya sebesar 498,7 MW yang bisa didistribusikan ke masyarakat. (rom/k15)

 

AJIE CANDRA

[email protected]