Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda bersama pemerintah Kelurahan Sempaja Timur, menggelar sosialisasi pembebasan lahan, Selasa (5/7).

 

SAMARINDA–Pesertanya adalah pemilik lahan yang berpotensi terdampak proyek penanggulangan banjir, yakni pembangunan turap Sungai Karang Mumus (SKM), serta kolam retensi Bengkuring, dengan skema penganggaran tahun jamak (multiyear contract/MYC).

Kabid Pertanahan Dinas PUPR Samarinda Ignatius Harry Sutadi menerangkan, sosialisasi akan dilanjut dengan pengumpulan legalitas tanah yang dikoordinasi RT, kemudian disetorkan ke kelurahan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan turun ke lapangan untuk menandai lahan terdampak sesuai desain perencanaan yang telah disusun tim bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda.

“Dilanjutkan tahap pengukuran oleh tim BPN (Badan Pertanahan Nasional) sebagai bahan penerbitan peta bidang. Setelah itu, dapat dihitung tim appraisal (kantor jasa penilai publik/KJPP),” ucapnya, Selasa (5/7). “Hasil perhitungan tim appraisal akan diumumkan ke warga. Bagi yang setuju bisa langsung menerima transfer dana ganti ruginya,” sambungnya.

Dia mewanti-wanti agar warga turut membantu melengkapi berkas kepemilikan tanah dan administrasi lainnya, serta membantu petugas menemukan patok lahan saat pengukuran. Terlebih target pembebasan tahun ini sekitar 3,56 hektare dari total rencana penanganan lebih 17 hektare. “Harus bertahap, terutama yang menjadi fokus pembangunan pelaksana dari tim bidang SDA, PUPR Samarinda,” ucapnya.

Ditemui terpisah, warga RT 44 Kelurahan Sempaja Timur Hamzah menerangkan, lahannya yang berpotensi terdampak sekitar 1 hektare lebih dengan panjang area tepi sungai mencapai 120 meter. Pihaknya mengaku mendukung program karena memberi dampak penyelesaian banjir bagi warga perumahan Bengkuring Raya. “Tapi kami berharap penghitungan ganti rugi transparan. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Agar proyek segera diselesaikan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih cepat,” ucapnya.

Sebagai informasi, di wilayah Kelurahan Sempaja Timur dampak proyek tersebut meliputi empat RT, yakni RT 36, 37, 38, dan 44. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46