SAMARINDA–Tim pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) dari unsur TNI gerak cepat melakukan perbaikan terhadap tanah longsor yang terjadi di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (4/7) lalu. Dengan memasang turap di tepi sungai guna menahan abrasi aliran sungai, serta menahan tekanan dari beban jalan yang dimulai sejak kemarin (5/7). Namun, untuk penanganan permanen akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim Runandar menerangkan, program pengerukan SKM sudah dikerjakan sejak 2019. Pembiayaan berasal dari APBD Kaltim dengan pola kegiatan berbentuk swakelola yang dikerjasamakan dengan TNI melalui program Karya Bhakti. “Titik yang longsor di Jalan Dr Soetomo sudah pernah dikeruk 2019 dan 2020 lalu. Tahun ini tidak ada pekerjaan di sana. Namun, memang belum ada turap penahan seperti di sisi Pasar Segiri,” ucapnya.

Dia menjelaskan, penyebab longsor yakni akibat dorongan arus air saat kondisi surut. Aliran air menyebabkan tanah penyangga mengalami abrasi atau terkikis. Lebih parah setelah pembongkaran Jembatan Gang Nibung beberapa waktu lalu, arus kian deras. “Arus air yang berbelok makin kencang menabrak dinding tanah. Makanya lambat laun terjadi abrasi dan penurunan badan jalan seperti saat ini,” jelasnya.

Perbaikan sementara tengah dilakukan dengan memasang turap dari kayu untuk menahan laju abrasi, serta badan jalan agar tidak longsor lagi. Mengenai perbaikan jangka panjang, disebutkannya perlu dilakukan penurapan permanen dengan beton seperti di tepi sungai lainnya. “Tetapi itu memerlukan biaya besar, sehingga akan berkoordinasi dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) Kalimantan IV selaku pihak yang juga berwenang terhadap kondisi SKM,” ucapnya. Dengan perbaikan sementara, diharapkan tanah tidak lagi bergerak, sehingga jalan tersebut bisa normal dilintasi. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46