DUGAANmotif dendam di peristiwa berdarah tak jauh dari Taman Cerdas, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, semakin kuat. Kejadian pada Senin (4/7) itu menewaskan Yusrani (42) dengan luka tusuk. Pelakunya adalah Amirullah alias Ula (38). Tim Marabunta Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu yang mendatangi lokasi kejadian pun mengamankan barang bukti senjata tajam, termasuk beberapa orang yang terlibat pertikaian tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu Fahrudi menjelaskan, peristiwa berdarah itu terjadi lantaran Ula mendatangi warung milik korban. Kedatangan Ula untuk mencari Muhammad Jufri (39) adik dari Yusrani.

"Ula itu pernah bunuh Dogel dan menikam adik Yusrani bernama Jufri 15 tahun lalu, tepat di depan rumah Yusrani. Ula kemudian divonis penjara 15 tahun. Itu yang buat Ula dendam setelah lepas dari penjara,” jelas Fahrudi. Yusrani yang ada di sekitar warung, Ula lantas mengeluarkan senjata tajam (sajam) dari pinggangnya. "Maju kamu kubunuh kamu, biar kamu lari ke rumah kamu, kubunuh kamu. Begitu ngomongnya,” sambung Fahrudi menirukan pernyataan pelaku.

Yusrani dan keluarga pun tidak tinggal diam, langsung mengambil sajam untuk melindungi diri. Keributan itu lantas membuat pengunjung Taman Cerdas panik. Ula berusaha menyerang Jufri. Yusrani berusaha melindungi adiknya dan menyerang Ula. Nahas, Yusrani terjatuh. Ula pun secara brutal menghunuskan sajam ke tubuh Yusrani, mengenai paha kanan dan perut kiri. Melihat hal itu, ketiga keluarga Yusrani menyerang Ula. Kalah jumlah, Ula kabur dan terjun ke sungai meski dengan luka di bagian lengan, paha, dan dada kanan karena tikaman. Yusrani dan Ula pun dibawa ke RSUD AW Sjahranie. Sayang, Yusrani mengembuskan napas terakhirnya kemarin sekitar pukul 05.00 Wita. Sementara Ula masih dalam perawatan. (dra/k8)