PENAJAM - Tidak hanya disibukkan menerima tamu pejabat pemerintah pusat yang berkunjung ke Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui dinas teknis terkait kini dipersiapkan untuk menghadapi masuknya investasi luar negeri ke PPU, imbas dari segera dibangunnya IKN.

Untuk pembekalan menyongsong investasi asing itu, Pemkab PPU di antaranya menyelenggarakan workshop bertajuk Mendukung Nusantara Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Hill Konsultan Indonesia dengan tema Menjelang Masa Depan yang Internasional dengan Budaya yang Penuh dengan Modernitas dan Pembaruan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU Ahmad Usman senang bisa mendapatkan pembekalan dari Presiden Direktur PT Hill Konsultan Indonesia, Ian Leonard Betts, yang bersedia datang ke PPU beserta rombongan.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran kepada pemerintah daerah mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan guna menghadapi investasi, khususnya investasi dari luar negeri. Kita sebagai daerah penyangga IKN harus meningkatkan kapasitas kita sebagai aparatur pemerintah,” kata Ahmad Usman, (22/6).

Berkapasitas mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU Hamdam dalam kegiatan tersebut, Ahmad Usman mengatakan, dengan adanya pembangunan IKN Nusantara, PPU akan mendapatkan banyak tantangan, peluang, serta tawaran yang harus disikapi.

“Mari sama-sama terus belajar. Terutama hal-hal yang barangkali jika ada keperluan investasi dalam negeri bagaimana, jika ada keperluan investasi luar negeri, bagaimana kita menjalin kemitraan dan sebagainya,” jelasnya.

Presiden Direktur PT Hill Konsultan Indonesia, Ian Leonard Betts menyampaikan workshop merupakan eksplorasi menjelang masa depan Indonesia yang internasional dengan IKN yang baru, yakni Nusantara. “Nusantara akan dibangun dengan budaya yang penuh dengan modernitas dan pembaruan. Harapan dan ekspektasi dari negara lain akan tinggi, khususnya fokus di PPU, selama prosesnya membangun IKN yang baru, Nusantara,” sebutnya.

Senada dengan yang disampaikan Ahmad Usman mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi PPU, Ian Leonard Betts menyebut perlu adanya jawaban yang akan digali bersama, melalui workshop, khususnya dalam menghadapi investor asing.

Sementara itu, masih sekaitan investasi, Plt Bupati PPU Hamdam mengaku selektif. Calon investor yang ingin menanamkan modalnya di sini harus menunjukkan keseriusan dan bisa dipercaya. “Kami menerapkan tingkat selektivitas tinggi. Karena jangan sampai ada investor yang ternyata itu hanya kedok saja untuk menguasai lahan di PPU.

“Ya, harus selektif ketat. Karena ada yang berusaha berspekulasi masuk kemari seolah-olah investor, ternyata, hanya ingin menguasai kawasan,” kata Hamdam kepada awak media. (ndu/k15)

ARI ARIEF

[email protected]