SAMARINDA – Sebagai mitra Komisi II DPRD Kaltim, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur tentu menjadi rekan kerja bagi wakil rakyat. Mewujudkan komunikasi sekaligus menggali sejumlah informasi, Komisi II yang dipimpin Nidya Listiyono menggelar rapat yang dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Kalimantan Timur Ricky Perdana Gozali serta jajarannya, Senin (20/6).

Sejumlah informasi yang diperlukan yaitu terkait kinerja ekonomi Kaltim pada 2021 dan 2022. Selain itu, bidang apa saja yang berdampak signifikan bagi stabilitas perekonomian Bumi Etam, dan juga kebijakan pasca melandainya pandemi Covid-19.

“Kita ingin riil data perekonomian di Kaltim. Sudah dipaparkan secara global, nasional, dan regional Kaltim, bahwa pergerakan perekonomian kita positif walaupun lambat. Dan perang Ukraina-Rusia juga memberi dampak tersendiri,” urai Tyo, sapaan akrab Nidya Listiyono.

Selain itu, dalam rapat yang diikuti anggota Komisi II lain seperti Ely Hartaty Rasyid, Aghiel Suwarno, dan Sapto Setyo Pramono, itu sempat dijelaskan terkait data UMKM serta kredit UMKM sebagaimana ditargetkan yakni rasio kredit sebesar 30 persen.

“Namun data saat ini capaiannya masih sekitar 14 persen. Kita berharap informasi ini sekaligus mendorong pihak perbankan menyalurkan kredit UMKM untuk menggerakkan ekonomi kita agar terpenuhi targetnya,” kata Tyo dalam rapat yang juga dihadiri sejumlah perwakilan UMKM Kaltim.

Tak hanya itu, dalam pertemuan itu BI juga menyebut adanya pelatihan dan aplikasi untuk pencatatan transaksi keuangan yang dimiliki Bank Indonesia dan dapat diakses secara gratis. Hal ini juga untuk mendorong agar pelaku UMKM bisa mengakses perbankan.

Diakui Tyo, belum tercapainya target kredit memang dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya karena perbankan tidak bisa serta merta memberikan kredit namun diperlukan suatu proses.

“Ada proses kredit yang perlu mereka lakukan, seperti survei kelayakan dan lain-lain. Saya pun mengingatkan kepada teman-teman pelaku UMKM memperbaiki manajemennya, pencatatan maupun pembukuannya supaya bank-bank bisa memberikan bantuan-bantuan kreditnya,” harap politikus muda Partai Golkar itu. (adv/hms5/dwi)