SAMARINDA–Penyaluran kredit UMKM pada triwulan pertama tahun ini masih tumbuh positif. Meski pertumbuhannya sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal itu membuat kontribusi kredit UMKM mengalami penurunan. Pada triwulan pertama, pembiayaan UMKM hanya memiliki pangsa 18,75 persen dari total penyaluran pembiayaan di Kaltim.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky Perdana Gozali mengatakan, penyaluran kredit UMKM Kaltim yang tumbuh positif bersumber dari kinerja kredit investasi. Adapun kinerja penyaluran kredit UMKM Kaltim tumbuh positif sebesar 9,10 persen (year on year/yoy), meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 12,59 persen (yoy).

Penyaluran kredit UMKM bersumber dari kredit investasi yang tumbuh sebesar 9,28 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 7,84 persen (yoy). “Peningkatan kredit UMKM yang lebih tinggi tertahan oleh pertumbuhan kredit modal kerja yang melambat sebesar 8,98 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya 15,74 persen (yoy),” ungkapnya, Jumat (17/6).

Dia menjelaskan, pada periode Triwulan I 2022, pembiayaan UMKM memiliki pangsa sebesar 18,75 persen dari total penyaluran pembiayaan perbankan, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 19,35 persen. Penurunan pangsa tentunya disebabkan penyaluran kredit UMKM yang mengalami sedikit perlambatan dibandingkan sebelumnya.

Di tengah kinerja yang masih tumbuh positif, risiko kredit UMKM Kaltim masih dalam rentang yang terkendali, meskipun sedikit mengalami peningkatan. NPL UMKM terpantau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 4,21 persen menjadi 4,82 persen. Walau meningkat, masih berada di bawah threshold 5 persen.

Peningkatan NPL UMKM Kaltim bersumber dari meningkatnya risiko kredit dari jenis penggunaannya, baik kredit modal kerja, maupun kredit investasi masing-masing sebesar 6,41 persen dan 2,41 persen dari 5,59 persen dan 1,98 persen pada triwulan sebelumnya.

Berdasarkan pangsanya, pembiayaan modal kerja menjadi penyumbang utama kredit UMKM Kaltim sebesar 60,28 persen, sementara 39,72 persen sisanya disumbang oleh kredit investasi UMKM. “Sehingga perlambatan kredit modal kerja, membuat laju pertumbuhan kredit UMKM tidak bisa berlari kencang,” tuturnya.

Berdasarkan lapangan usahanya, peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM Kaltim utamanya bersumber dari penyaluran kredit UMKM di sektor pertanian, industri pengolahan, dan sektor jasa lainnya. Kredit UMKM sektor pertanian tumbuh 37,84 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 30,72 persen (yoy).

Selain itu, kredit UMKM pada lapangan usaha sektor industri pengolahan tumbuh 28,23 persen (yoy), atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 26,25 persen (yoy). Sementara itu, kredit UMKM di sektor jasa lainnya tumbuh 20,00 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 16,99 persen (yoy).

“Sebagian besar lapangan usaha utama lainnya turut mengalami perbaikan penyaluran kredit di triwulan I 2022,” katanya. (ndu/k8)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda