P2KPM-LP2M Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar Serah Terima Mahasiswa KKN Angkatan 48. Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Mulawarman Prof Dr H Masjaya, MSi, mewakili Gubernur Kaltim, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim Drs Andi Muhammad Ishak, Apt MSi, serta Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Dhony Rahajoe yang hadir melalui Zoom Meeting. Pembekalan tersebut dilaksanakan secara hybrid, Jumat (17/6) di Lecture Theatre, Unmul HUB.

 Dhony Rahajoe berharap para mahasiswa KKN nanti bisa bekerja produktif dan bisa dekat dengan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. “Kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan, karena pada saat pandemi Covid-19, mahasiswa hanya berada di rumah, sehingga nilai-nilai sosial kurang berkembang. Tentu apa yang dilakukan secara online berbeda dengan yang terjun langsung,” ucapnya. 

Masjaya secara simbolis melepas mahasiswa KKN ke 48 Unmul.

Dhony meneruskan bahwa ke depannya akan ada transformasi dari konvensional ke digital. Banyak perubahan yang akan terjadi termasuk perkembangan IKN, misalnya saja dari bahan bakar yang awal ada bensin, mungkin ke depan akan ditinggalkan.

Setelah sambutan dari Dhony, selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara serah terima KKN ke 48 Universitas Mulawarman oleh Rektor Masjaya dengan Kepala Biro Kesra Andi Muhammad Ishak.

Rektor Masjaya menerangkan bahwa ini pertama kali melaksanakan KKN secara luring yakni langsung ke lapangan setelah dua tahun secara daring, akibat pandemi.“Seperti yang disampaikan oleh wakil kepala otorita ibu kota, kalau ini jalan bagus, datanya mantap, tentu kebijakan yang lahir akan bagus, sehingga sejak awal kita sampaikan kepada mahasiswa bahwa ini menjadi tanggung jawab dan dikerjakan secara bagus,” ucap Masjaya.

Hal ini tentu akan dilaksanakan bertahap dalam membangun ibu kota nusantara secara fisik. Mempekerjakan sekitar 100 sampai 200 ribu pekerja. “Nah bagaimana agar masyarakat sekitar daerah penyangga bisa terlibat, maka kita perlu data tentang kemampuan, skill dan aktivitasnya,” lanjut Masjaya.

 

Ketua Pelaksana KKN ke-48 Universitas Mulawarman Dr Muhammad Arifin, MHum mengatakan bahwa ada 2.579 mahasiswa yang akan mengikuti KKN 48. Khusus di Sepaku ada dua kelurahan yang dijadikan sebagai tempatan KKN, yaitu Kelurahan Sepaku, dan Kelurahan Pemaluan. “Ini masih ada kita buka pendaftaran sampai keberangkatan. Untuk mahasiswa yang berada di lokasi KKN diperkirakan ada 200 orang baik klaster tematik maupun regular,” terang Arifin.

Arifin melanjutkan bahwa kegiatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa IKN adalah pendataan tentang sumber daya manusia dalam hal skill, tingkat pendidikan dan keterampilan apa yang telah dimiliki. “Ini terkait dengan ketersediaan lapangan kerja di IKN, karena asumsinya, masyarakat di sana nanti bukan hanya menjadi penonton. Jika mereka tidak dibekali, maka akan kalah dari pihak luar. Seperti dari Sulawesi yang sudah siap. Pihak mahasiswa inilah yang dijadikan pioneer untuk melakukan pendataan,” jelas Arifin.

Selain itu juga pendataan aset yang dikaitkan oleh kepemilikan lahan. Di antaranya berapa luasan lahan, peruntukannya apa saja, status dari surat, dalam hal itu tanah adat atau masyarakat adat yang memiliki tanah, itulah yang perlu didentifikasi. “Termasuk potensi-potensi perkembangan lahan dalam rangka mendukung pertanian atau mungkin kebutuhan pokok masyarakat IKN. Jadi tantangan mahasiswa ini berat dan kami sebagai panitia harus melakukan pendampingan secara terus-menerus di lokasi KKN itu,” ujar Arifin.

Salah satu peserta KKN 48 Universitas Mulawarman Ardo Juni Lubis mengaku persiapan yang akan dilakukan adalah survei lapangan. “Iya survei ke Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena saya belum pernah ke sana sama sekali, ini baru yang pertama,” ucap Ardo. Mahasiswa Fakultas Kehutanan itu sudah memiliki bayangan pada saat KKN nanti akan mencari masalah yang ada di desa tersebut, kemudian mencari solusinya bersama peserta KKN berikutnya. (*)