BONTANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang perlahan berbenah dalam metode penarikan pajak. Di mana sebelumnya dibayarkan secara tunai, nantinya akan dipungut dengan memanfaatkan perkembangan teknologi maupun digital.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Tata Cara Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Seperti yang saat ini sedang dijalankan Bapenda Bontang dalam menarik pajak parkir di beberapa titik, yakni parkiran Ramayana dan eks Bontang Plaza. Pengunjung tidak lagi membayar secara tunai, akan tetapi menggunakan scanner barcode.

“Nantinya akan begitu semua. Jadi tidak lagi dibayar secara tunai,” ujar Kepala Bapenda Bontang Rafidah belum lama ini.

Upaya Bapenda Bontang untuk menjalankan permendagri tersebut mulai terbukti melalui program Agen Pajak atau ‘Bapak Hebat’, yakni Bayar Pajak Handal, Efektif, Bersinergi, Akurat dan Terintegrasi. Program tersebut telah di launching pekan lalu, di pendopo Runjab Wali Kota Bontang.

Dengan menggunakan digitalisasi tentu lebih mempermudah masyarakat dalam pembayaran pajak. Rafidah berharap, pendapatan asli daerah (PAD) dapat terus meningkat melalui terobosan tersebut. (Adv/Kominfo)