SAMARINDA - Kegiatan pembekalan #2 KKN Universitas Mulawarman Angkatan 48 dengan Tema "Pengembangan SDM menyongsong IKN menghadirkan tiga narasumber, Kepala Bappeda Kaltim Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin, Sekretaris Dinas Sosial Kaltim H. Muhammad Yusuf dan Kepala DPMPD Kaltim Sekretaris Dinas Sosial Prov Kaltim dan H. M. Syirajudin. 

Pembekalan dihadiri lebih dari 500 mahasiswa melalui pertemuan virtual zoom meeting digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmul pada hari Rabu (15/6/2022). 

Ketua LP2M UNMUL, Anton Rahmadi, Ph.D menjelaskan pihaknya sangat bangga dengan kehadiran tiga narasumber dari Bappeda Provinsi Kaltim, Dinas Sosial Provinsi Kaltim dan DPMPD Kaltim pada pembekalan kedua KKN Unmul 48.

"Kita sangat berbangga dengan kehadiran para narasumber yang hadir untuk meng update perkembangan apa sih yang terjadi di Kaltim. Termasuk isu strategis Ibu Kota Negara (IKN) yang akan mendatangkan jumlah manusianya berkali-kali lipat dibanding jumlah penduduk lokal," ujar Anton. 

Anton menambahkan isu strategis lainnya yang mesti disimak mahasiswa KKN 48 dari narasumber yaitu isu naiknya harga kelapa sawit dan isu peperangan Rusia Ukraina yang mengancam krisis pangan di dunia termasuk Kaltim. 

"Kesempatan ini (pembekalan KKN 48) tidak boleh kita sia-siakan, para mahasiswa untuk mencatat apa saja yang harus diperhatikan untuk di lapangan. Agar kita bisa eleborasi isu-isu yang ada dan kita melihat kondisi di lapangan serta menyelesaikan permasalahannya melalui buku kepada seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota," jelas Anton. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Kaltim Prof Aswin dalam paparannya mengatakan mahasiswa hendaknya memahami dan membaca APBD Desa, Rencana Pembangunan Desa Jangka Pendek dan Jangka Panjang. 

Sehingga, bisa mengetahui permasalahan dihadapi masyarakat desa. Dan, mahasiswa bisa dapat mendukung penyelesaian masalah tersebut. 

"Kalau mahasiswa tidak bisa memahami masalah,data dan fakta di desa, pasti akan kesulitan untuk menyusun rencana kerja," kata Aswin. 

Bila hal itu terjadi, maka mahasiswa KKN terpaku pada pembuatan plang nama jalan dan nama kantor. Dan, apa yang dimaksud KKN tidak tercapai.