BONTANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melakukan pelayanan kesehatan anak dengan spesialistik di wilayah pesisir. Kegiatan tersebut berlangsung 14-15 Juni 2022. Pada hari pertama dilakukan di pulau Malahing, kemudian hari kedua di Tihi-tihi.

Menggandeng Puskesmas Bontang Selatan I, dalam kegiatan hari pertama setidaknya memeriksa sebanyak 10 orang anak di pulau Malahing. Berbagai pemeriksaan yang dilakukan, mulai dari tumbuh kembang anak hingga pemeriksaan darah dan air kencing.

“Ini berdasarkan visi dan misi Pemkot Bontang. Pelayanan tidak hanya dilakukan di daratan, namun juga menjangkau wilayah kepulauan dan pesisir,” ujar Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati kepada prokal.co usai melakukan kegiatan.

Selain menggandeng Puskesmas Bontang Selatan I, Dinkes Bontang juga mengajak dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada. Mereka memeriksa para anak untuk mengetahui sejauh mana tumbuh kembangnya.

“Deteksi tumbuh kembang anak sejak dini. Sehingga mampu tumbuh dengan strata usianya, tumbuh dengan bayi yang sehat juga mampu bersaing,” tuturnya. 

Perempuan ramah senyum itu menyampaikan, Pemkot melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen melakukan pelayanan di pesisir. Ia meminta agar orangtua anak memanfaatkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang digelar setiap bulannya.

“Selamatkan anak dari faktor kesehatan maupun gizi. Juga faktor pendidikan dan budaya. Karena anak stunting tentu kita kehilangan satu generasi,” imbuhnya. 

Toetoek juga menyampaikan pesan bagi warga yang memiliki budaya acuh terhadap kelengkapan administrasi. Menurutnya, kelengkapan administrasi seperti kartu tanda penduduk sangat penting dimiliki, sebab sangat membantu untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.

“Ada namanya BPJS kesehatan gratis dari pemerintah. Namun, tentu ada syaratnya. Untuk mengurus semua itu paling tidak warga lengkap dengan administrasi. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai masalah ini,” katanya.

Budaya yang masih terjadi di pulau pesisir atau wilayah lainnya, lanjut Toetoek, yakni menikah siri. Jangankan kartu tanda penduduk, kelengkapan administrasi seperti buku nikah pun selalu diabaikan.

Kesehatan dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu prioritas. Mendeteksi kelainan pada anak sejak dini bisa diberikan rujukan oleh Puskesmas setempat. Apalagi, program pelayanan kesehatan rutin dilakukan setiap bulannya di pulau pesisir.

“Ini sebenarnya harus beberapa kali untuk peningkatan status anak. Tapi tentu diprioritaskan pulau yang banyak penghuni, seperti Malahing,” tambah Nur Asmah Sub Kordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Bontang.

Sebagai contoh pentingnya pelayanan kesehatan ini, yakni dari sepuluh 10 anak, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis terdapat 3 anak yang mengalami penyempitan saluran kencing dan berisiko infeksi. Hal itu disebabkan bekas kencing dan kotoran yang lama menempel pada tubuh anak.

Dalam kesempatan ini PT Kaltim Parna Industri  (KPI) turut berpartisipasi memberikan bingkisan untuk anak-anak yang mengikuti pelayanan pemeriksaan. Di akhir, Kadinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menyerahkan satu demi satu bingkisan tersebut. (Adv/Kominfo)