SAMARINDA - Warga Loa Kulu usia 49 tahun, atas nama Abdul Rahman Ranti yang hilang diduga tenggelam di perairan sungai Mahakam sekitar pulau Yupa Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, 14 Juni lalu ditemukan dalam kondisi meninggal, Rabu (15/6/2022) pukul 17.30 wita. 

Jasad korban ditemukan 500 meter dari lokasi kejadian pertama kali korban tenggelam. Petugas bersama warga kemudian evakuasi jasad korban ke rumah duka. 

Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta menjelaskan pada pukul 18.00 wita, Tim SAR Gabungan melaksanakan Debriefing, Operasi SAR pencarian korban ini diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing di lanjutkan dengan kesiapsiagaan. 

"Kami mengucapkan Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat pencarian korban pada Operasi SAR ini," jelas Melkianus. 

Adapun, unsur yang terlibat dalam pencarian korban Abdul Rahman yaitu Unit Siaga SAR Samarinda, BPBD Kutai Kartanegara, Polair Kutai Kartanegara, Keluarga Korban, Potensi SAR dan Masyarakat. 

Diberitakan sebelumnya, korban Abdul Rahman pada mulanya menumpangi kapal bermuatan batubara dalam perjalanan pulang dari Bengkinang menuju Pelabuhan Pongkor. Namun dalam perjalanannya, Bahan Bakar Minyak (BBM) kapalnya habis. Lalu, kapal tersebut ingin towing ke kapal batu bara lain. 

Pada saat melemparkan tali, korban Abdul Rahman terpeleset dan korban tidak sempat diselamatkan, lalu tenggelam. Dan hingga sekarang masih dalam pencarian.

Unit Siaga SAR Samarinda sempat melakukan kegiatan pencarian korban dengan menuju lokasi kejadian di sekitar radius hingga 800 meter. Dari penyisiran tersebut, belum ada menemukan tanda-tanda keberadaan korban pada hari kejadian. Tim SAR sempat menemukan kendala di lapangan yang dihadapi dalam pencarian korban yaitu hujan pagi hari dan ada aliran air memutar yang cukup bahaya dilalui rubber boat unit SAR. (myn)