SAMARINDA-Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Kaltim,kali ini menggelar kegiatan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan Tahun 2022.Kegiatan tersebut di gelar Ballroom Midtwon Hotel Samarinda, Selasa (14/6). 

Kegiatan itu di hadiri Direktur Keamanan dan Ketertiban,Kepala Divisi Administrasi,Kepala Divisi Pemasyarakatan,Kepala Divisi Keimigrasian,Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM dari tingkat 10 Kabupaten dan Kota di Kaltim. 

"Dalam sambutan Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltim melalui kepala Divisi Administrasi Hajrianor  menyampaikan,Sesuai Undang undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan bahwa Petugas Pemasyarakatan adalah Pejabat Fungsional Penegak Hukum dengan tugas dan fungsi Melaksanakan pembinaan bagi WBP yang berada di Lapas / Rutan.Melaksanakan pelayanan kepada WBP yaitu Pelayanan Informasi,Pelayanan Kesehatan,Pelayanan Pengaduan,Pelayanan Kunjungan

Pelayanan hak-hak WBP serta Melakukan penyimpanan benda sitaan negara dan barang rampasan negara dan mengelola basan baran sebagai bukti dalam proses peradilan," ucapnya.

Ditambahkan,Kita semua mengatahui bahwa seiring berjalan waktu tugas dan fungsi tersebut belum berjalan dengan maksimal kita laksanakan, serta kondisi-kondisi yang tidak bisa dilakukan secara ideal, sebagai contoh : dalam kondisi Lapas / Rutan over crowded tidak semua narapidana mendapatkan pembinaan karena sarana pembinaan yang tersedia tidak mampu memenuhi semua.

Jika narapidana dan tahanan semua diikutsertakan maka akan berdampak pada masalah keamanan karena petugas yang mengawasi sangat terbatas.

Demikian juga halnya pemenuhan pelayanan terhadap tahanan yang terkendala dengan Sumber Daya Manusia yang tersedia dan sarana yang terbatas.sambungnya.

Demikian juga dengan Rupbasan, masih banyak persoalan yang dihadapi seperti barang yang sudah over stay, belum lagi soal pemeliharaan basan baran yang tidak bisa dilakukan secara baik karena anggaran yang terbatas, disisi lain jumlah basan baran yang ditangani melimpah sampai gudang yang tersedia tidak cukup menampung.jelasnya.

Kita sudah cukup berat menghadapi pemberitaan di media masa belakangan ini, soal peredaran narkoba di Lapas. Adanya statement Kepala BNN bahwa pengendali narkoba yang beredar di masyarakat adalah berasal dari Lapas. Tentu kita harus menjawabnya dengan bekerja lebih keras lagi dan memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi di Lapas kita. Tentu upaya yang kita lakukan adalah dengan mempersempit ruang gerak peredaran narkoba yaitu dengan memfungsikan secara maksimal peran petugas Pengamanan pada Lapas / Rutan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan rapat kerja teknis pemasyarakatan diharapkan kepada Kasatker dan anggota dapat membangun kebersamaan dan soliditas dalam rangka pelaksanaan Tusi Pemasyarakatan, serta melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang kerap dihadapi Lapas/ Rutan. Dengan melakukan deteksi dini terhadap gangguan kamtib, memberantas narkoba, dan melakukan sinergi yang baik dengan aparat penegak hukum terkait maupun teman-teman media plus back to basic.harapan Sofyan.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenhumham Kaltim Junaidi juga mengatakan,latar belakang diadakan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan adalah untuk mewujudkan pemasyarakatan maju dengan implementasi 3 kunci pemasyarakatan maju + back to basic, yaitu deteksi dini, berantas narkoba, dan sinergitas dengan APH. 

Dengan tujuan penyelenggaran Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan adalah Agar terjadi sinergitas dalam upaya pemberantasan narkoba di Lapas / Rutan sehingga dapat terlaksana dengan baik,Implementasi 3 kunci pemasyarakatan maju + back to basic menuju Pemasyarakatan maju.

Dengan adanya kegiatan ini,Junaidi berharap semoga dengan adanya pertemuan, koordinasi dan konsultasi yang baik ini dapat menjadi salah satu bagian Program yang berarti dari hasil sinergi semua pihak dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan.

Sementara itu,Direktur Keamanan dan Ketertiban (Dirkamtib) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Abdul Haris juga mengatakan,kegiatan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan Tahun 2022 ini ia sangat mengapresiasi sekali dan bisa memberikan sebuah penguatan khususnya kepada para peserta yang hadir agar kedepanya 

Dapat membangun  kebersamaan dan soliditas dalam rangka pelaksanaan Tusi Pemasyarakatan dan serta melakukan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang kerap dihadapi Lapas/ Rutan.singkatnya. (**)