Banjir di sejumlah kampung di Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar), meningkat lagi sejak Senin (13/6). Bahkan, banjir besar kembali mengancam kawasan.

SENDAWAR–Banjir di Muara Pahu meningkat, menyusul tingginya curah hujan sepekan ini di hulu sungai. Termasuk Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). “Air naik lagi, Pak. Lihat air di Sungai Mahakam hampir 2 meter lebih naiknya sejak Senin, kemarin,” kata Sumi, penjual gorengan di Shelter Jalan Akhmad Yani, Kecamatan Melak.

Air yang merangkak naik itu karena hujan hampir setiap hari di Kecamatan Melak. Menyusul hujan deras juga terjadi di hulu Mahakam atau Mahulu.

Sementara itu, Toni warga Mahulu membenarkan, hujan hampir setiap hari memuat air Sungai Mahakam di Mahulu meluap. Di Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Mahulu, air naik lagi dan sudah menggenangi sejumlah rumah warga terutama di dataran rendah.

Hal itu bakal menyusul di hilir Long Pahangai yakni Kecamatan Long Bagun. “Long Bagun air juga masih merangkak naik. Biasanya jika di hulu sungai (Long Pahangai) air naik imbasnya akan menambah kapasitas air atau banjir kiriman di Kecamatan Long Bagun.

Pantauan media ini, banjir sejak awal Mei hingga kini masih melanda sejumlah kampung di Kecamatan Muara Pahu, Kubar. Terparah di Kampung Muara Beloan. Jalan akses dari dan ke kampung menuju ibu kota kabupaten masih terendam banjir.

“Sebetulnya banjir di kampung kami (Muara Beloan) sejak Agustus 2021. Sempat surut di akhir April. Setelah itu air naik lagi hingga sekarang,” kata Heri Sandi, sekretaris Kampung Muara Beloan.

Dampak banjir tidak saja memutuskan akses jalan darat ke ibu kota kabupaten. Termasuk pengerjaan proyek peningkatan jalan akses sepanjang 9 kilometer juga terhambat.

“Warga hanya bisa menggunakan perahu ketinting dari kampung hingga ke jalan hauling PT Teguh Sinar Abadi. Setelah itu dilanjutkan jalan darat,” terangnya.

Dia bersama warga berharap, pemerintah provinsi juga turut peduli untuk membantu meningkatkan jalan akses di kampung penghasil ikan terbesar di Kubar itu. Jika hanya mengandalkan dana Pemkab Kubar, sangat terbatas. (kri/k8)

 

RUDY SUHARTONO

[email protected]