Laga penentu nasib persaingan di Grup D Piala Presiden 2022 akan tersaji di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, malam ini. Persik Kediri maupun Arema FC sama-sama memupuk asa meraih tiga poin demi asa lolos ke babak berikutnya.

DI atas kertas, Persik Kediri diunggulkan. Sebab, Macan Putih berhasil mengamankan poin penuh pada laga perdananya dengan memenangi laga atas Persikabo 1973. Berbeda dengan Arema FC yang harus mengawali kiprahnya di turnamen pramusim kali ini dengan kekalahan dari PSM Makassar.

Namun, statistik tidak cukup menjadi modal. Sebab, Persik akan menghadapi lawan yang notabene tuan rumah di Grup B. Kehadiran Aremania di tepi lapangan berpeluang memberi tekanan lebih besar kepada kubu Persi Kediri.

Pelatih Persik Kediri Javier Roca menilai, Arema FC mengalami kekalahan pada laga pertama karena faktor adaptasi. Sebab, dia menyadari lawan memiliki kualitas. Karena itu, dia meminta para pemainnya bisa lebih mewaspadai pergerakan lawan.

"Persaingan sesuai dengan kematangan tim dan itu merata. Sementara Arema FC punya target tinggi, punya pemain timnas. Ini akan sangat seru," tutur Javier Roca.

Di kubu seberang, Arema bakal mengerahkan segalanya untuk mengejar poin maksimal. Hal itu wajib mereka lakukan demi menjaga peluang lolos. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Presiden 2022, Arema perlu menjaga gengsi, minimal lolos fase grup.

Sementara itu, kekalahan dari PSM bisa menjadi pelajaran berharga skuad Singo Edan. Bentrok kontra Persik juga menjadi kesempatan berikutnya bagi para penggawa Arema. Pelatih Arema FC Eduardo Almeida menegaskan, Arema sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika melawan Persik. Mereka tentu juga ingin menjaga asa untuk lolos ke babak selanjutnya dengan mengupayakan poin maksimal.

“Untuk laga besok (hari ini), kami tahu kami akan melawan tim yang bagus. Tapi kami juga tahu kami akan melakukan yang terbaik, bermain bagus, dan meraih tiga poin, itu target kami,” kata Almeida.

Eduardo Almeida akan memimpin Arema saat menghadapi Persik Kediri dengan sejumlah masalah yang ada di timnya. Namun, pelatih 45 tahun itu berusaha melakukan yang terbaik demi mewujudkan targetnya.

Saat kalah 0-1 dari PSM Makassar, Arema gagal mencetak satu gol pun, sehingga lini depan menjadi sorotan. Semua lini juga tak luput dari evaluasinya, termasuk lini belakang yang kebobolan satu gol

 “Saya pikir kekalahan itu bukan hanya karena masalah striker. Kalau kita tidak bisa mencetak gol itu bukan sepenuhnya salah striker saja, begitu juga ketika kita kebobolan itu juga bukan cuma tanggung jawab kiper dan pemain belakang,” imbuhnya. “Bagi saya, apa yang harus kami lakukan di laga ini adalah tetap menciptakan peluang dan mencoba mencetak gol,” tandasnya. (ndy/k8)