Setelah India dan Pakistan hingga Arab Saudi dilanda gelombang suhu panas sampai 50 derajat celsius, kini situasi serupa mengancam Amerika Serikat.

WASHINGTON DC–Negara empat musim itu juga tak luput dari dampak gelombang panas. AS baru-baru ini memecahkan rekor suhu terpanas dari Texas hingga California dan melanda juga bagian timur. Lebih 100 juta orang Amerika mendapat peringatan panas sepanjang pertengahan minggu karena suhu melonjak menuju tiga digit.

Tingkat kelembaban bakal membuat terasa 5–15 derajat lebih panas, menghasilkan nilai indeks panas dari 100–115 derajat fahrenheit di sebagian besar bagian tengah dan timur bawah. AS masih menggunakan fahrenheit bukan celsius. Maka, jika dikonversi dari fahrenheit ke celcius, suhu panas di AS mencapai 37,7 derajat celcius.

Peringatan suhu panas mencakup keseluruhan Arkansas, Mississippi, Kentucky, Missouri, Iowa, Illinois, Indiana, dan bagian dari lebih selusin negara bagian lainnya. Layanan Cuaca Nasional memperkirakan bahwa suhu dapat mencapai rekor di lebih dari 100 kota, dari Denver hingga Charleston, SC. Panas diproyeksikan paling lama dan intens di tengah negara itu.

Panas tanpa henti diperkirakan di St Louis. Merkuri diperkirakan mencapai setidaknya 100 setiap hari dengan nilai indeks panas hingga 113. Ini berada di bawah peringatan panas berlebihan untuk kondisi panas yang berbahaya menurut dinas cuaca.

Udara gerah secara bersamaan memicu risiko badai petir parah di sepanjang pinggiran utara. Dinas cuaca secara hati-hati memantau potensi pengembangan kompleks badai dahsyat yang dapat muncul dari Upper Midwest ke Lembah Ohio dan Mid-Atlantic.

Itu merupakan dampak berkepanjangan dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Suhu di atas 100 derajat fahrenheit diperkirakan melanda sebagian besar Texas. Rekor tertinggi diperkirakan di Denver, Dallas, Omaha, Memphis, dan Charlotte, di antara banyak lokasi lainnya. (jpc/luc/k8)