BONTANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, optimis mampu mengoptimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sesuai target. Adapun target tersebut yakni kurang lebih Rp 197 miliar.

“Kami fokus optimalisasi peningkatan PAD. Menerobos bagaimana caranya supaya pembayaran pajak maksimal. Salah satu terobosan melalui inovasi agen pajak,” kata Kepala Bapenda Bontang Rafidah beberapa waktu lalu kepada prokal.co.

Ia mengatakan, tim Bapenda terus proaktif melakukan upaya tunggakan pajak daerah bisa optimal. Salah satunya pada sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) Rafidah menerangkan, Desember 2021 lalu, tunggakan PBB sendiri mencapai kurang lebih Rp 61 miliar.

“Alhamdulillah, perlahan menurun jadi Rp 41 miliar. Itu karena kerja keras kami dalam mengumpulkan pundi-pundi PAD,” jelasnya.

Kerja keras Bapenda Bontang mengumpulkan PAD nampak pada realisasi tahun sebelumnya. Kala itu, Pemkot Bontang menetapkan besaran target PAD yakni Rp 195 miliar. Namun pembahasan APBD Perubahan 2021, target yang ditetapkan tersebut kembali naik menjadi Rp 207 miliar.

Bahkan hingga November 2021, realiasi PAD yang dihimpun Bapenda, mencapai besaran sesuai target yaitu Rp 207 miliar. Artinya, Bapenda melebihi target hingga Rp 30 miliar. “Itu salah satu buah kerja keras kami,” tambahnya.

Tahun ini, Bapenda Bontang benar-benar ingin mengoptimalkan PAD. Hal itu terlihat saat launching inovasi Agen Pajak, Kamis (9/06) lalu. Program tersebut diberi nama ‘Bapak Hebat’, yakni Bayar Pajak Handal, Efektif, Bersinergi, Akurat dan Terintegrasi. (**)