RAZIA minuman keras (miras) ilegal di Samarinda terus dilakukan jajaran Satpol PP Samarinda. Dari periode Januari hingga pertengahan Juni tahun ini, aparat penegak peraturan daerah (perda) telah menyita 1.131 botol miras dari berbagai merek.

Penyitaan dilakukan karena pedagang tidak memiliki izin penjualan miras. Operasi tersebut bakal berlanjut hingga akhir tahun mendatang.

Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP Samarinda Herri Hardany mengatakan, razia miras ilegal merupakan penegakan perda. Razia pun rutin digelar menyasar toko kelontongan yang melakukan penjualan miras secara ilegal. "Diatur Perda Nomor 6/2013 tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban, dan Penjualan Minuman Beralkohol di Samarinda," ungkapnya.

Satpol PP melakukan pengawasan terhadap penjualan miras tidak pada tempatnya. Karena dapat menjadi salah satu pemicu tindakan kriminal dan gangguan ketertiban umum. "Penjualan miras tanpa izin merupakan tindak pidana ringan (tipiring). Jadi kalau kedapatan ya disita. Dan tidak mungkin untuk dikembalikan kepada pemiliknya," tegas Herri.

Di akhir tahun nanti, Satpol PP bakal meminta amar putusan pengadilan terhadap minuman keras ilegal tersebut. Biasanya bakal dimusnahkan. Agenda pemusnahan miras pun sudah terjadwal tiap tahunnya. "Biasanya dalam setahun bisa dua kali. Karena keterbatasan anggaran, tahun ini hanya sekali. Agendanya di akhir tahun untuk pemusnahan barang bukti. Sekarang sudah ada 1.131 miras yang disita," pungkasnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI ARIFIAN

@asepsaifi