Dengan adanya penghapusan kelas pelayanan BPJS, seluruh lapisan masyarakat akan mendapat fasilitas rawat inap yang sama. Besaran iuran tak lagi mengacu kelas yang diikuti peserta.

 

BALIKPAPAN- Pemerintah segera menghapus kelas pelayanan kelas 1, 2, dan 3 untuk BPJS Kesehatan, dan digantikan dengan kelas tunggal atau standar. Sedangkan iurannya akan disesuaikan besaran gaji masing-masing peserta.

Dengan adanya penghapusan kelas pelayanan ini, seluruh lapisan masyarakat akan mendapat fasilitas rawat inap yang sama. Tidak membedakan besaran iuran berdasarkan kelas seperti sebelumnya. Kepala BPJS Kesehatan Kota Balikpapan Sugiyanto mengatakan, rencananya, aturan iuran BPJS terbaru ini akan dilakukan bertahap.

“Kalau di Balikpapan kami belum mendapatkan instruksi. Jakarta saja yang baru melakukan kebijakan tersebut,” katanya. Ia menuturkan, rencana penghapusan kelas 1, 2, dan 3 saat ini lagi digodok rumah sakit vertikal, atau rumah sakit milik pemerintah. Kebijakan baru ini masih tahap uji coba di beberapa rumah sakit vertikal.

"Kemudian untuk regulasi iurannya itu juga belum kami terima. Yang jelas Kota Balikpapan per Juni masih tetap sama. Untuk kelas 1, 2, dan 3 tidak ada perubahan. Masih sama dengan yang tengah berjalan," terangnya.

Mengenai kemungkinan Balikpapan tidak menerapkan penghapusan kelas 1, 2, dan 3 lantaran Balikpapan tidak memiliki rumah sakit vertikal, menurutnya, jika nanti peraturan tersebut sudah melalui uji coba dan sudah ada evaluasi, tidak menutup kemungkinan akan muncul peraturan presiden (perpres).

"Kita tunggu saja. Jika sudah keluar peraturan presiden berarti secara otomatis akan dilaksanakan di semua kantor cabang BPJS Kesehatan termasuk di Balikpapan," jelasnya.

Sugiyanto, secara umum menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti kemungkinan tidak ada lagi kelas 1, 2, dan 3. Di mana ruang rawat inap nantinya akan dibuat menjadi satu kelas saja, dan satu ruangan itu bisa maksimal empat sampai enam pasien.

"Untuk informasi lebih lanjut, kita tunggu saja. Karena yang diuji coba juga bukan di Balikpapan. Kami juga belum dikonfirmasi lebih lanjut bagaimana regulasi kelas standar ini," kata dia. (kpg/ms/k15)